Pendiri Yayasan SKP Sukabumi Bantah Tuduhan Bawa Kabur Dana Donasi, Siap Tempuh Jalur Hukum

Pendiri Yayasan SKP (Sahabat Kristiawan Peduli) Sukabumi, Kristiawan, membantah tuduhan membawa kabur dana donasi. Kasus ini telah diserahkan ke tim advokat dan siap diproses secara hukum.
Pendiri Yayasan SKP (Sahabat Kristiawan Peduli), Kristiawan (sumber:kristiawan)

BERITAUSUKABUMI.COM-Pendiri Yayasan SKP (Sahabat Kristiawan Peduli), Kristiawan, membantah tegas tudingan yang menyebut dirinya membawa kabur dana donasi yang selama ini dihimpun untuk membantu warga kurang mampu.

Tudingan tersebut pertama kali muncul melalui unggahan akun bernama Rasmuhammad Aliff Khan pada Sabtu (14/2/2026). Unggahan itu kemudian beredar luas di grup Facebook Sukabumi dan memicu beragam komentar dari warganet.

Merespons hal tersebut, Kristiawan menyatakan bahwa dirinya tidak pernah menggelapkan dana yayasan. Ia menegaskan Yayasan SKP merupakan lembaga yang ia dirikan sendiri, sehingga secara logika tidak masuk akal jika ia justru membawa kabur dana yang dikelola lembaganya sendiri.

Bacaan Lainnya

“Perlu diketahui, Yayasan SKP adalah yayasan yang saya dirikan. Tidak mungkin saya membawa kabur dana yayasan yang saya bangun sendiri,” tegas Kristiawan saat dikonfirmasi ulang BERITAUSUKABUMI.COM, Sabtu (14/2/2026).

Kristiawan juga mengaku telah mencoba menghubungi pemilik akun yang menudingnya, namun nomor telepon yang tercantum tidak aktif. Ia menyebut persoalan ini telah diserahkan kepada tim advokat untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Saat ini, penanganan kasus tersebut berada di bawah pendampingan Tim Advokat Pro Umat yang dikomandoi Rangga Suria Danuningrat. Kristiawan membuka ruang klarifikasi bagi pihak yang merasa memiliki informasi atau keberatan terkait yayasannya.

“Saya tidak buron. Saya ada dan bisa dikonfirmasi. Jika ada anggapan atau pertanyaan, silakan hubungi tim advokat untuk klarifikasi,” ujarnya.

Kristiawan mengaku mempertimbangkan untuk melaporkan kasus ini ke pihak berwenang atas dugaan pencemaran nama baik. Namun, ia mengalami kendala karena akun yang diduga menyebarkan tudingan tersebut sulit dilacak dan tidak dapat dihubungi.

Ia pun meminta kepada admin grup media sosial, khususnya grup Sukabumi Facebook, agar lebih selektif dalam memfilter unggahan anggota guna menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

“Admin sebaiknya lebih teliti dalam memfilter postingan. Mana yang layak tayang dan mana yang tidak,” tambahnya.

Kristiawan menjelaskan, selama ini Yayasan SKP bekerja sama dengan berbagai komunitas kemanusiaan, salah satunya Bisakita.com.

Setiap pemasukan donasi yang masuk ke rekening resmi yayasan serta pengeluaran anggaran, kata dia, dicatat secara rinci dan transparan.

Ia menegaskan bahwa aktivitas sosial yang dijalaninya murni didorong oleh kepedulian terhadap sesama. Bahkan, menurutnya, apabila tujuan utamanya adalah mencari keuntungan finansial, ia bisa saja kembali menekuni profesi lamanya sebagai kapten pelaut dengan penghasilan yang jauh lebih besar.

“Kalau saya ingin mencari uang, saya bisa kembali ke profesi lama saya sebagai kapten pelaut dengan gaji fantastis. Tapi saya memilih fokus di kegiatan kemanusiaan,” ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *