BERITAUSUKABUMI.COM-Penataan kawasan wisata Pantai Karanghawu diyakini akan berdampak pada peningkatan perekonomian di Kabupaten Sukabumi. Sebelum ditata seperti sekarang ini, dulunya kawasan wisata Pantai Karanghawu Kecamatan Cisolok Kabupaten Sukabumi terkesan terabaikan. Semrawut, kumuh dan pedagang kaki lima kurang tertata sebagaimana mestinya sebuah destinasi wisata.
Tapi kini, kawasan wisata Pantai Karanghawu berubah drastis. Dengan memakai dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 7 miliar, Pantai Karanghawu mulai saat ini jadi salah satu primadona destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sukabumi.
LIHAT JUGA
- Pantai Karanghawu Sukabumi Kembali Renggut Korban
- Kapolda Jabar Pastikan Natal dan Tahun Baru 2022 di Sukabumi Aman
“Sudah ditata dengan baik, objek wisata Karanghawu, merupakan salah satu wisata yang diunggulkan di Kabupaten Sukabumi, apalagi di tempat ini terdapat tumpukan-tumpukan bebatuan yang sangat signifikan dengan bebatuan yang berada di wilayah Cibangban dan arah Jampang Surade,”kata Bupati Sukabumi, Marwan Hamami saat mendampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada peresmikan objek wisata Karanghawu, Geyser Cisolok dan Curug Sodong, Kamis 10 Februari 2022.
Selain sudah ditata ungkap Marwan Hamami objek wisata Pantai Karanghawu jadi unggulan karena di tempat ini banyak cerita-cerita tempo dulu yang sangat menarik apabila dikupas.
Disalin dari www.tempatwisata.pro, cerita masyarakat sekitar menyebut, pantai ini diberi nama Karanghawu karena terdapat lubang-lubang pada tebing atau batu karang sehingga akan tampak seperti tungku. “Hawu” yang dalam bahasa sunda berarti tungku. Karena itulah pantai ini dinamai dengan Karanghawu.
Selain itu, pantai ini juga terkenal dengan mitosnya yang konon katanya tebing yang menjorok ke laut itu merupakan singgah sana Nyai Roro Kidul sang Penguasa Laut Selatan. Konon masyarakat sekitar percaya bahwa pantai ini menjadi tempat favorit Sang Penguasa Laut Selatan. Sebagian besar pengunjung percaya dengan mitos tersebut. Terlihat cukup banyak pengunjung yang mencoba mencari berkah dengan membasuh muka ataupun mandi dengan air yang ada di cekungan batu karang itu. Bahkan pengunjungpun ada yang sengaja memasukkan air tersebut ke dalam botol minum untuk dibawa pulang.
Tak jauh dari bibir pantai ini terdapat dua pegunungan, yaitu Pegunungan Winarum dan Pegunungan Rahayu. Pada puncak Pegunungan Winarum terdapat makan dan petilasan yang dikeramatkan yaitu makan Syeh Hasan Ali. Syeh Hasan Ali ini merupakan ulama besar dan cukup terkenal di daerah Sukabumi. Selain itu, pada puncak pegunungan ini juga konon pernah dijadikan tempat pertemuan 40 ulama besar untuk merancang strategi penyebaran agama Islam terutama di daerah Sukabumi. Pada puncak Pegunungan Rahayu terdapat pula makam Raden Dikrudatullah dan Raden Cengkal (aliem) yang merupakan tokoh penyebar agama Islam.
editor : Hasna Fatimah Zahra





