BERITAUSUABUMI.COM-Di Sukabumi Jawa Barat ada sebuah paguron atau perguruan silat yang sudah cukup lama terkenal. Nama paguron tersebut yakni Paguron Sapu Jagat.
Tidak hanya terkenal dan memiliki banyak anggota di Sukabumi saja. Sapu Jagat sudah terkenal di luar Sukabumi. Seperti Cianjur, Bogor dan daerah Jabodetabek lainnya.
Uniknya, Paguron Sapu Jagat bukanlah sekadar tempat latihan pencak silat biasa. Berbasis di Kampung Cisero, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Paguron atau perguruan ini merupakan pusat pembelajaran spiritual dan pengembangan diri yang mendalam.
Di sini, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai seni bela diri tradisional, melainkan juga sarana untuk mencapai keharmonisan batin dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dengan fokus pada penyucian diri, solidaritas sosial, dan pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan sesama manusia, paguron ini terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Integrasi Pencak Silat dan Thoriqoh Anfaasiyah
Keunikan Sapu Jagat terletak pada integrasi antara pencak silat dengan ajaran spiritual Thoriqoh Anfaasiyah. Thoriqoh ini menekankan penyucian jiwa, pengendalian diri, dan hubungan spiritual yang mendalam. Melalui latihan fisik dan meditasi spiritual, anggota diajarkan untuk mengendalikan nafsu, menumbuhkan kasih sayang, dan memperkuat hubungan mereka dengan Sang Pencipta.
Pendirian dan Tujuan
Paguron ini didirikan oleh almarhum KH. Muhammad Anwarnulloh dengan tujuan membentuk individu yang tangguh secara fisik dan matang secara spiritual. Beliau adalah tokoh spiritual yang dihormati di wilayah tersebut. Di bawah bimbingannya, Sapu Jagat berkembang menjadi komunitas yang tidak hanya melestarikan pencak silat, tetapi juga menumbuhkan semangat spiritual yang kuat.
Terbuka untuk Semua Kalangan
Meskipun menekankan nilai-nilai agama dan spiritual, Sapu Jagat tetap terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang latar belakang sosial.
Anggota dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul dalam semangat kebersamaan dan kesederhanaan. Ini menegaskan bahwa meskipun memiliki pendekatan berbasis agama, paguron ini tidak memposisikan diri sebagai organisasi massa atau kelompok politik.
Sisi lain sebagai salah satu paguron yang sudah memiliki nama, tidak sedikit tantangan utama yang dihadapi Sapu Jagat. Salah satu tantangannya adalah maraknya oknum yang menyalahgunakan nama paguron untuk kepentingan pribadi.
Praktik-praktik seperti pungutan liar (pungli) dengan modus operandi “eksternal lising” atau “morbag”, serta jasa calo untuk melamar pekerjaan dengan mahar yang tidak sedikit, telah mencoreng nama baik paguron.
Tindakan-tindakan tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengaburkan esensi sejati Sapu Jagat sebagai pusat pengembangan spiritual.
Kegiatan-kegiatan kebatinan dan tarekat yang seharusnya berfokus pada penyucian jiwa dan pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dapat terganggu oleh adanya praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut.
Untuk mengatasi tantangan ini, diharapkan satgas internal Sapu Jagat dapat berperan lebih aktif dalam mengantisipasi dan menindak tegas oknum-oknum yang melakukan penyalahgunaan. Dengan demikian, kegiatan kebatinan dan pengembangan spiritual dapat berjalan sesuai dengan tujuan awal paguron, yaitu membentuk individu yang tangguh secara fisik dan matang secara spiritual.
Upaya-upaya untuk menjaga marwah paguron sangat penting dilakukan agar Sapu Jagat tetap menjadi tempat yang kondusif bagi pengembangan diri dan pembelajaran spiritual. Dengan demikian, paguron ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan melestarikan warisan budaya pencak silat yang berpadu dengan nilai-nilai luhur.
Paguron Sapu Jagat menghimbauan kepada Seluruh Masyarakat jika ada oknum-oknum yang mengatasnamakan Sapu Jagat untuk melakukan tindakan yang merugikan, seperti pungutan liar atau penipuan, tindakan Premasnisme dan intimidasi jangan ragu untuk melaporkan dan memposting informasi tersebut di grup-grup Facebook Sukabumi atau media sosial lainnya.
sumber : paguron sapu jagat





