BERITAUSUKABUMI.COM-Lapang Merdeka Kota Sukabumi dipilih sebagai pusat kegiatan hiburan rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sukabumi ke-111.
Dari jalan santai yang disponsori perusahaan kopi ternama di Indonesia, pagelaran budaya wayang golek, sampai rencana senam akbar yang rencananya akan dimeriahkan artis dangdut ibukota Annisa Bahar Family serta artis dangdut lainnya pada Mei 2025 nanti.
Konsekwensinya, menjadi lokasi sentral dalam perayaan besar tersebut, kondisi Lapang Merdeka kini mulai makin memprihatinkan.
Sejumlah fasilitas yang baru diresmikan pada Januari 2022 oleh mantan Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi, dan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kini mulai menunjukkan kerusakan yang cukup signifikan.
Beberapa kerusakan yang terjadi di antaranya adalah cat yang terkelupas pada jalur sepatu roda, rusaknya rumput hijau akibat banyaknya pengunjung yang memadati lapangan, serta kerusakan pada lapisan rubber di jogging track yang mulai sobek.

Sebelumnya, Achmad Fahmi, yang kala itu menjabat sebagai Walikota Sukabumi, sempat mengeluarkan kebijakan melarang penggunaan Lapang Merdeka untuk berbagai acara demi menjaga kualitas fasilitas umum tersebut.
Saat itu, jangankan merokok dan buang sampah sembarangan, meludah sembarangan di area Lapang Merdeka Kota Sukabumi sudah dilarang.
“Jangan sampai karena adanya sebuah event, fasilitas ini terganggu atau rusak. Kami akan terus evaluasi dan pantau kondisi ke depannya,” katanya saat itu.
Di sisi lain, Walikota Sukabumi saat ini, Ayep Zaki, menyatakan bahwa berbagai kegiatan dalam rangka HUT ke-111 Kota Sukabumi di Lapang Merdeka dimaksudkan sebagai bentuk kebersamaan dan untuk melestarikan budaya.
“Melalui acara ini, kami ingin memperkuat ikatan dengan warga dan mengajak semua untuk hidup sehat dan bahagia,” ungkap Ayep Zaki.
Meski demikian, warga berharap agar pengelolaan Lapang Merdeka lebih diperhatikan. Mereka khawatir jika kerusakan ini tidak segera ditangani, fasilitas yang seharusnya menjadi kebanggaan kota ini justru akan semakin rusak.
Warga yang peduli yang prihatin dengan kondisi Lapang Merdeka Kota Sukabumi mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kondisi ini.
“Sejak acara-acara besar sering digelar di sini, fasilitasnya jadi cepat rusak. Sayang sekali, padahal Lapang Merdeka ini baru saja direnovasi,” ujar Tati Susilawati seorang warga yang sering mengunjungi Lapang Merdeka Kota Sukabumi untuk berolah raga.
Warga lainnya, Anton Sulaeman menambahkan apa yang dikhawatirkan Tati. Anton begitu berharap Lapang Merdeka kembali ke fungsi sebelumnya jadi tempat untuk olah raga, bukan untuk kegiatan akbar seperti konser musik atau lainnya. “Kami berharap ada perhatian lebih agar fasilitas ini bisa bertahan lebih lama dan tidak cepat rusak,”ucapnya.





