BERITAUSUKABUMI.COM-Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) mencatat lonjakan jumlah pendaki yang mencapai batas kuota harian, yakni 600 orang, usai jalur pendakian kembali dibuka. Pendaki masuk melalui tiga jalur utama: Cibodas, Gunung Putri, dan Salabintana-Sukabumi.
Menurut Agus Deni, Humas Balai Besar TNGGP, Rabu (15/5), padatnya arus naik dan turun pendaki menyebabkan antrean di beberapa titik jalur pendakian.
Hal ini terjadi seiring tingginya antusiasme masyarakat setelah pendakian sempat ditutup akibat aktivitas vulkanik Gunung Gede.
“Setelah lama ditutup, kuota harian langsung terpenuhi sejak pembukaan. Banyaknya pendaki menyebabkan antrean karena aktivitas naik dan turun terjadi secara bersamaan,” ujar Agus.
Untuk mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran jalur, pihak pengelola taman nasional telah menurunkan petugas lapangan dan menggandeng relawan. Upaya ini bertujuan memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelestarian lingkungan bagi seluruh pendaki.
Pihak TNGGP juga terus mengimbau agar para pendaki tetap waspada dan menjadi pendaki bijak: peduli diri, peduli sesama, dan peduli lingkungan.
Disarankan untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku, termasuk larangan membuang sampah sembarangan atau merusak flora di sepanjang jalur pendakian.
“Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran. Kami ingin semua pihak menjaga kelestarian ekosistem Gunung Gede-Pangrango,” tegas Agus.
Selama akhir pekan panjang, tercatat total 2.400 pendaki menjajal Gunung Gede-Pangrango dalam kurun waktu empat hari. Diperkirakan tren kunjungan ini akan tetap tinggi hingga pertengahan tahun, khususnya sampai Juni 2025.
Video dan foto antrean panjang pendaki, terutama di jalur Gunung Putri, mulai banyak tersebar di media sosial. Banyak pendaki mengeluhkan lamanya waktu tunggu sebelum bisa melanjutkan perjalanan, bahkan disamakan dengan kemacetan di kawasan Puncak saat liburan.





