BERITAUSUKABUMI.COM-Bupati Sukabumi Asep Japar mulai menunjukkan respons atas kritik publik. Setelah sebelumnya dinilai terlalu sering menghadiri rapat dan seremoni tanpa hasil nyata, kini ia mulai turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi warga dan menindaklanjuti keluhan.
Langkah terbaru yang ia ambil adalah inspeksi mendadak (sidak) ke salah satu perusahaan di kawasan Sukabumi. Sidak ini dilakukan menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat terkait dugaan pungutan liar dalam proses rekrutmen calon karyawan.
“Warga lapor ke saya bahwa ada biaya yang harus dibayar jika ingin diterima kerja. Ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Asep Japar saat sidak, seraya meminta manajemen perusahaan menjelaskan dan menertibkan proses rekrutmen.
Tak hanya ke perusahaan, Asep Japar juga melakukan sidak ke salah satu rumah sakit daerah. Di sana, ia memeriksa langsung pelayanan pasien, antrean BPJS, serta ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan.
Sidak ini merupakan respons atas banyaknya keluhan warga soal lambatnya pelayanan kesehatan dan dugaan adanya diskriminasi terhadap pasien BPJS.
“Saya ingin pastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang manusiawi dan profesional, apapun jenis pembiayaannya. Rumah sakit tidak boleh membeda-bedakan pasien,” tegas Asep.
Hal senada disampaikan oleh Edi (34 tahun), warga Desa Bojongraharja. Ia menyebut sidak itu penting sebagai bentuk keberpihakan pemerintah kepada rakyat kecil.
“Kami butuh pemimpin yang tegas dan berpihak ke rakyat. Kalau rumah sakit dan perusahaan diawasi langsung, pelayanan pasti akan lebih baik,” katanya.
Menanggapi berbagai kritik yang sempat diarahkan kepadanya, Asep Japar mengaku tidak anti terhadap kritik. Ia bahkan menyebut kritik adalah bagian penting dalam demokrasi dan menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik.
“Saya tidak alergi kritik. Justru kritik itu penyemangat. Kalau ada masukan dari masyarakat, saya anggap itu bentuk kepedulian agar kami di pemerintahan bisa terus berbenah,” tegasnya.
Langkah Asep Japar ini dinilai sebagai sinyal perubahan gaya kepemimpinannya yang lebih responsif. Dengan adanya sidak ke berbagai sektor seperti industri dan layanan kesehatan, warga berharap kebijakan dan pengawasan yang berpihak ke masyarakat akan terus berlanjut.





