beritausukabumi.com-Pengurus Daerah Sarekat Demokrasi Indonesia Sukabumi ( PD SDI Sukabumi ) menyikapi insiden kericuhan saat aksi unjuk rasa GMNI Sukabumi Raya dan polisi.
Dalam insiden tersebut, PD SDI Sukabumi menilai adanya tindakan represif, termasuk memukul massa aksi. Hal itu jelas tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Sebab hal-hal tersebut sudah pasti dan jelas mencederai demokrasi yang kita jaga, yang seharusnya dilakukan oleh pihak kepolisian harus sesuai dengan Perkapolri Nomor 09 Tahun 2008 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Pelayanan Pengamanan Perkara Penyampaian Pendapat di Muka Umum,”ungkap Sekjen SDI Sukabumi, Yizreel Selan dalam keterangan tertulisnya yang diterima beritausukabumi.com Senin (4/11/2024).
Yizreel Selan melihat aksi demonstrasi yang dilakukan oleh GMNI Sukabumi yang bertajuk “Sukabumi Darurat Korupsi” menunjukan sikap keberpihakan kepada rakyat Sukabumi.
“Dan oleh karena itu kami juga ingin mengajak kepada semua masyarakat Kota Sukabumi untuk bersama-sama mengawal para aktivis yang peduli kepada isu-isu daerah khususnya Kota Sukabumi, kami juga mendoakan agar para korban segera pulih dan dapat menjalakan aktivitasnya kembali dengan dalam kondisi yang sehat,”terangnya.
Terpisah, Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukabumi Raya juga ikut menyoroti insiden kericuhan tersebut.
Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukabumi Raya mengutuk keras dengan segala bentuk tindakan represifitas terhadap aktivis GMNI Sukabumi Raya.
“Dalam konteks ini, kami PC IMM Sukabumi Raya hadir untuk menegaskan pentingnya perlindungan hak asasi manusia dan menghormati kebebasan berpendapat sebagai bagian integral dari kehidupan demokrasi,”tegas Muhamad Fajri Nur Rizky, Ketua Umum PC IMM Sukabumi Raya.
Solidaritas IMM juga mencakup dukungan terhadap rekan-rekan mahasiswa lainnya yang mungkin mengalami perlakuan yang tidak adil dari aparat penegak hukum.
“Kami PC IMM Sukabumi Raya juga menegaskan akan pentingnya transparansi dalam proses penegakan hukum. Bahwa setiap tindakan yang diambil oleh aparat harus dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak boleh ada ruang untuk penyalahgunaan kekuasaan,”terangnya.
Dengan demikian, seruan solidaritas ini merupakan sebuah langkah penting dalam perjuangan menciptakan keadilan dan menghapus tindakan represif.
“Melalui tindakan-tindakan tersebut, IMM tidak hanya memperjuangkan hak-hak masyarakat, tetapi juga berusaha membangun dialog konstruktif antara warga dan sesama organisasi yang terus akan menyuarakan keadilan demi masa depan yang lebih baik,”tandasnya.





