BERITAUSUKABUMI.COM-Polemik keabsahan ijazah Presiden ke 7 Joko Widodo tau Jokowi terus bergulir. Belajar dari polemik tersebut kita tentu harus tau mana ijazah asli dan mana ijazah palsu.
Menurut fungsi dan tujuannya, Ijazah adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh institusi pendidikan sebagai bukti bahwa seseorang telah menyelesaikan jenjang pendidikan tertentu.
Namun, maraknya pemalsuan ijazah membuat kita harus lebih waspada dan teliti. Berikut ini beberapa cara untuk membedakan ijazah asli dan palsu:
1.Periksa Identitas Lembaga Pendidikan
Nama dan logo institusi: Pastikan nama sekolah atau perguruan tinggi tercantum dengan benar dan sesuai ejaan resminya.
Akreditasi : Cek apakah institusi tersebut terdaftar dan terakreditasi di situs resmi seperti [Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD-DIKTI)](https://pddikti.kemdikbud.go.id) untuk jenjang perguruan tinggi.
2. Perhatikan Kualitas Cetakan
– Kertas khusus: Ijazah asli biasanya dicetak di kertas khusus yang tidak mudah dipalsukan.
– Logo emboss atau hologram: Banyak institusi menambahkan logo timbul atau stiker hologram sebagai ciri keaslian.
– Cetakan rapi dan simetris: Ijazah asli dicetak dengan rapi, tanpa adanya cetakan miring atau buram.
3. Nomor Seri Ijazah
– Setiap ijazah memiliki nomor seri unik yang bisa dilacak. Nomor ini bisa dicek ke dinas pendidikan atau lembaga penerbit.
– Untuk ijazah S1 ke atas, nomor ini dapat diverifikasi melalui situs PD-DIKTI.
4. Tanda Tangan dan Cap Resmi
– Ijazah asli selalu memiliki tanda tangan pejabat resmi yang berwenang serta stempel basah institusi.
– Periksa keaslian tanda tangan dan pastikan nama pejabat sesuai dengan periode waktu ijazah diterbitkan.
5. Verifikasi ke Institusi Penerbit
Jika masih ragu, Anda dapat:
– Menghubungi langsung institusi pendidikan terkait untuk menanyakan keabsahan ijazah.
– Meminta surat keterangan dari kampus atau sekolah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan benar-benar lulusan mereka.
6.Cek Data Diri
– Pastikan semua data (nama, tempat dan tanggal lahir, NIM/NISN) sesuai dengan identitas resmi pemilik ijazah.
– Waspadai jika ada coretan atau tempelan yang terlihat mencurigakan.
7.Cek di PD-DIKTI (untuk Perguruan Tinggi)
Langkah ini paling mudah dan aman:
– Kunjungi [pddikti.kemdikbud.go.id](https://pddikti.kemdikbud.go.id)
– Masukkan nama lengkap atau NIM
– Cocokkan data lulusan dengan ijazah yang dimiliki
Memverifikasi ijazah adalah langkah penting, terutama dalam proses rekrutmen kerja atau administrasi penting lainnya.
Jangan ragu untuk bertanya dan melakukan pengecekan ke pihak berwenang jika menemukan hal-hal yang mencurigakan.
Polemik Ijazah Presiden Joko Widodo
Disalin dari berbagai sumber, polemik atau kontroversi terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo pertama kali mencuat pada tahun 2019. Seorang penulis bernama Bambang Tri Mulyono mengklaim bahwa ijazah yang dimiliki oleh Presiden tidak sah.
Klaim ini kemudian berlanjut ke ranah hukum, di mana Bambang mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Oktober 2022.
Menanggapi tuduhan tersebut, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai almamater Jokowi memberikan klarifikasi tegas. UGM menyatakan bahwa Jokowi benar-benar pernah menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan dan dinyatakan lulus pada 5 November 1985.
Rekam jejak akademik dan dokumen pendukung disebutkan tersimpan rapi di arsip kampus, termasuk skripsi dan data kelulusan.
Meskipun gugatan terhadap ijazah Jokowi sempat diajukan, perkara tersebut akhirnya dicabut oleh penggugat. Namun demikian, proses hukum terhadap Bambang Tri tetap berjalan, karena pernyataannya dinilai menyebarkan informasi yang tidak benar dan menyesatkan publik.
Pada April 2023, pengadilan memutuskan hukuman enam tahun penjara atas tuduhan penyebaran hoaks dan pencemaran nama baik.
Presiden Jokowi menyatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan bentuk fitnah yang menyerang integritas pribadinya.
Ia juga menegaskan bahwa semua dokumen pendidikannya valid dan diterbitkan oleh lembaga resmi. Jokowi bahkan mempertimbangkan langkah hukum untuk menindaklanjuti penyebaran informasi palsu terkait dirinya.





