Korban Pergerakan Tanah Bantargadung Dapat Bantuan Sewa Rumah 6 Bulan dari Pemkab Sukabumi

Pemkab Sukabumi menyiapkan bantuan sewa rumah selama enam bulan hingga rencana relokasi bagi korban bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung.
Warga terdampak pergerakan tanah di Bantargadung (sumber:zeans)

BERITAUSUKABUMI.COM-Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menangani bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga telah menyiapkan strategi penanganan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang bagi warga terdampak.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengatakan, sejumlah perangkat daerah telah dikerahkan untuk mempercepat penanganan bencana, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Bacaan Lainnya

“Penanganan jangka pendek sudah kami lakukan, termasuk menggerakkan semua pihak untuk menyediakan dapur umum, obat-obatan, hingga kebutuhan mandi, cuci, dan kakus bagi warga terdampak,” ujar Ade dalam rapat koordinasi penanganan bencana di Kecamatan Bantargadung, Kamis (5/3/2026).

Selain bantuan logistik, Pemkab Sukabumi juga menyiapkan bantuan biaya sewa rumah bagi warga yang rumahnya terdampak pergerakan tanah. Bantuan tersebut direncanakan diberikan selama enam bulan ke depan.

“Kami siapkan bantuan uang sewa rumah untuk para korban. Camat diminta segera menyosialisasikan kepada masyarakat agar mereka bisa mencari kontrakan sementara,” jelasnya.

Untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Sukabumi juga tengah menyiapkan lahan relokasi bagi warga terdampak.

Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan hunian tetap (huntap) atau hunian sementara (huntara).

Namun sebelum pembangunan dilakukan, pemerintah daerah akan terlebih dahulu melakukan kajian teknis dan kelayakan lahan agar lokasi relokasi benar-benar aman dari potensi bencana serupa.

“Kami akan berupaya menyediakan huntap atau huntara bagi masyarakat terdampak. Tapi tentu harus melalui kajian terlebih dahulu agar lokasi yang dipilih aman,” ungkapnya.

Ade menegaskan, keberhasilan penanganan bencana ini sangat bergantung pada kolaborasi semua perangkat daerah dan pihak terkait.

Sinergi antarinstansi dinilai penting agar penanganan berjalan cepat dan masyarakat terdampak dapat segera mendapatkan kepastian tempat tinggal.“Mari kita bergerak bersama. Tanpa kolaborasi yang kuat, penanganan bencana akan jauh lebih sulit,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *