Tragis, Pria Sukaraja Akhiri Hidupnya dengan Cara Gantung Diri di Toilet

Pihak Kepolisian dari unit reserse kriminal Polsek Sukaraja saat berada di lokasi kejadian.| Foto: Ist

BERITAUSUKABUMI.COM – Kabar menggemparkan warga Kampung Cigadog, RT 02/08, Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, setelah ditemukan seorang pria berinisial WS (35) yang diduga meninggal dunia akibat gantung diri.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Kamis 25 September 2025, sekitar pukul 14.30 WIB di dalam toilet kediaman mertuanya.

Korban berinisial WS, yang berjenis kelamin laki-laki ini merupakan warga Perum Gading Kencana, Gunung Puyuh, Kota Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Informasi dihimpun, sebelum kejadian nahas tersebut, sekitar pukul 11.30 WIB, korban sempat berbincang-bincang dengan mertuanya, LS (66). Tak lama kemudian, WS meminta izin untuk pergi ke toilet.Namun, setelah beberapa waktu, WS tak kunjung kembali dari toilet.

Merasa curiga dan khawatir, LS akhirnya memutuskan untuk memeriksa keberadaan menantunya. Setibanya di depan toilet, LS mendapati pintu kamar mandi dalam keadaan terkunci dari dalam. Upaya LS memanggil-manggil menantunya tidak membuahkan hasil

Panik, LS segera memanggil warga sekitar untuk meminta bantuan. Beberapa warga yang datang mencoba untuk membantu mengecek, namun tidak ada yang berani mendobrak pintu toilet. Situasi ini mendorong warga untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

“Setelah mendapat laporan warga, petugas di Pos Bunderan bersama warga sekitar segera mendobrak pintu kamar mandi,” ungkap Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, Kasubsi PIDM Polres Sukabumi Kota, kepada Wartawab Kamis (25/9).

Lanjut Ipda Ade, saat pintu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan tergantung, terikat tali kabel berwarna hitam pada plafon toilet.

Menurut pengakuan isteri korban, penyebabnya dipicu masalah internal keluarga. Pihak keluarga, dalam menyikapi musibah ini, telah menyatakan penolakan untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Penolakan ini dituangkan dalam surat penolakan otopsi resmi, dan pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.

Menindaklanjuti laporan ini, Polsek Sukaraja segera melakukan serangkaian langkah penanganan. Kanit Reserse Sukaraja, AKP Hendra Gumawan, memimpin langsung tim untuk mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Selain itu, petugas juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi-saksi di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP secara menyeluruh dan pengecekan fisik atau visum luar terhadap jenazah korban.

Langkah-langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan bukti-bukti awal terkait peristiwa yang terjadi, meskipun pihak keluarga menolak otopsi. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan komunikasi dalam keluarga.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *