Rocky Gerung Kritik Program Barak Militer Dedi Mulyadi, Sarankan Gibran Ikut Dikarantina

Pengamat politik Rocky Gerung memberikan kritik tajam terhadap program pendidikan karakter berbasis barak militer yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Rocky mempertanyakan efektivitas pendekatan tersebut dalam membentuk karakter siswa yang bermasalah.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (dokpribadi)

BERITAUSUKABUMI.COM-Pengamat politik Rocky Gerung memberikan kritik tajam terhadap program pendidikan karakter berbasis barak militer yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Rocky mempertanyakan efektivitas pendekatan tersebut dalam membentuk karakter siswa yang bermasalah.

Bahkan, dengan nada sarkastik, Rocky menyarankan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga ikut dikirim ke barak militer untuk merasakan langsung metode pendidikan tersebut.

Menurut Rocky, program semacam ini hanya berfokus pada pendisiplinan fisik, bukan pada pengembangan pola pikir kritis dan pembentukan karakter secara mendalam.

Bacaan Lainnya

Kritik terhadap program ini juga datang dari Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono. Ia mengungkapkan bahwa hasil riset menunjukkan model pendidikan ala militer tidak memberikan pengaruh signifikan dalam menekan angka kenakalan remaja.

Meskipun mendapat kritik dari berbagai pihak, Dedi Mulyadi tetap melanjutkan inisiatif ini. Ia meyakini bahwa barak militer dapat menjadi solusi untuk membina siswa yang dianggap kurang mendapatkan perhatian dan pembinaan karakter.

Pada tahap awal, sebanyak 273 siswa telah mengikuti pendidikan karakter selama 18 hari di barak militer. Namun, pelaksanaan program ini menyedot anggaran cukup besar, yakni Rp 3,2 miliar dari total Rp 6 miliar yang dialokasikan untuk 2.000 siswa.

Rocky juga menilai program ini lebih menonjolkan aspek visual semata tanpa arah visi yang jelas. Ia bahkan mengkhawatirkan program tersebut justru dapat berdampak sebaliknya, memicu pemberontakan dan perilaku negatif dari siswa.

Di sisi lain, sejumlah orang tua menyambut baik program ini. Mereka berharap pendekatan militer dapat membawa perubahan positif dalam perilaku anak-anak mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *