BERITAUSUKABUMI.COM–Bupati Sukabumi Marwan Hamami meminta kepada mantan Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman yang sudah resmi menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, agar tidak terlalu banyak mendengar ini itu atau hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan kinerja.
“Der tong loba dedengean, (jangan banyak mendengar yang tidak penting), tunjukkan dan bekerja saja yang baik dan maksimal pak Ade,”kata Marwan Hamami di akhir sambutan serah terima jabatan sekda dari Penjabat Sekda Kabupaten Sukabumi, Barnas Adjidin ke Sekda definitir di Lapang Pudak Arum Pendopo Sukabumi, Rabu 1 September 2021 malam.
Kata Tong Loba Dedengean di sambutan akhir Marwan ini merespon perkataan Ade Suryaman yang dalam sambutannya sempat menceritakan perjalanan singkat dirinya hingga harus mengikuti seleksi terbuka calon sekda.
“Dari awalnya saya tidak terbesit sedikitpun berniat jadi sekda. Saat mau daftar seleksi, istri sayapun tidak saya beritahu. Setelah daftar baru saya beritahu ke istri kalau saya sudah daftar seleksi calon sekda,”ungkap Ade dihadapan Bupati Marwan Hamami, Wakil Bupati Iyos Soemantri, pimpinan Forkopimda Kabupaten Sukabumi dan tamu undangan lainnya yang hadir di acara serah terima jabatan sekda.
Dari awal tidak terbesit niat jadi sekda, tetapi di tengah jalan akhirnya ikut daftar jelas Ade karena di Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, dan berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif Di Lingkungan Instansi Pemerintah, untuk pendaftar calon sekda minimal harus diisi oleh empat orang.
Sebagai orang BKSDM yang tentu tahu persis soal semua eselon, golongan dan kepangkatan pegawai di Kabupaten Sukabumi ungkap Ade, ketika ada pendaftaran seleksi terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi mulai tanggal 20 Mei 2021 dibuka. Untuk calon sekda dan jabtan setingkat kepala dinas, untuk seleksi terbuka calon sekda dari awal dibuka pendaftaran, pendaftar yang memenuhi syarat kepangkatan dan golongan termasuk batas usia untuk calon sekda kata Ade minim.
“Minimal yang memenuhi syarat seleksi terbuka harus ada empat calon. Sebelum daftar saya juga bertanya dulu ke rekan-rekan di kantor, apakah harus ikut daftar atau tidak. Rekan-rekan di kantor mendukung saya untuk daftar. Berangkat dari situ saya pun memutuskan ikut daftar. Dan saya merupakan pendaftar paling akhir di seleksi terbuka calon sekda,”terangnya.
Di isi sambutan lain, Ade juga sempat mengungkapkan pengalaman 2,5 tahun mengabdi di BKSDM. Ade menceritakan pengalaman sering kena “teror” setiap akan terjadi mutasi dan rotasi pegawai. Termasuk “teror” penentuan posisi jabatan saat mutasi dan rotasi semua pejabat atau ASN yang sudah baru dilantik.
“Kemarin karena ada banyak teror dari sana sini, untuk itu saya meminta izin kepada pak bupati dan wakil bupati, handphone saya sementara saya matikan, saya ingin fokus menjalankan tugas,”ungkap Ade.
Atas jabatan barunya, Ade bertekad siap membantu Bupati Marwan Hamami dan Iyos Soemantri dalam merealisasikan visi misi mereka. Diakhir sambutannya, Ade didampingi istri menutup sambutan dengan melontarkan dua pantun dan berterima kasih kepada Bupati Marwan Hamami yang telah menunjuknya sebagai sekda.
editor : Irwan Kurniawan





