BERTAUSUKABUMI.COM-Keinginan Walikota Sukabumi Ayep Zaki yang mengungkit kembali wacana keinginan penggabungan Kecamatan Sukaraja Sukalarang Kebonpedes Cireunghas Gegerbitung (Susukecir) ke wilayah Kota Sukabumi dibalas pedas salah satu tokoh Susukecir Ojang Apandi.
Dengan tegas Ojang Apandi menyatakan tidak sudi atau menolak wilayah Susukecir bergabung ke wilayah administratif Kota Sukabumi.
“Saya menyatakan tidak setuju masuk ke wilayah Kota Sukabumi,””tegas mantan Kepala Desa Jambenenggang Kebonpedes ini dikonfirmasi beritausukabumi.com, Senin (28/4/2025).
“Dan jika pun wilayah Susukecir berpisah dari Kabupaten Sukabumi itu bukan berarti masuk ke Kota Sukabumi tapi lebih baik jadi kabupaten sendiri, (Kabupaten Susukecir),”lanjut politisi senior Partai Golkar ini.
Perihal klaim Ayep Zaki yang mengaku apabila Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sudah mengizinkan wacana penggabungan wilayah Susukecir ke Kota Sukabumi. Ojang juga mengaku dirinya masih meragukan klaim sepihak tersebut.
“Saya mengingatkan lebih baik pak Ayep Zaki fokus saja dulu mengurus dan membenahi Kota Sukabumi, sebab di Kota Sukabumi masih banyak masalah yang harus diselesaikan,”ujarnya.
Beberapa hari sebelumnya, dalam momentum pelantikan pengurus Massa Prabowo (Masbro) Koorcab Sukabumi Raya, di kediaman Tokoh Cibatu, Herol AlHudri, Ayep Zaki kembali menghidupkan wacana lama tentang perluasan wilayah Kota Sukabumi.
Ia mengusulkan agar lima kecamatan dari Kabupaten Sukabumi — Sukaraja, Sukalarang, Kebonpedes, Cireunghas, dan Gegerbitung, yang sering disebut sebagai wilayah Susukecir untuk bergabung ke dalam administrasi Kota Sukabumi.
Ayep Zaki menegaskan bahwa gagasan ini lahir dari aspirasi warga di wilayah tersebut. Menurutnya, banyak masyarakat Susukecir yang merasa lebih dekat secara geografis dan fungsional dengan Kota Sukabumi dibandingkan pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi.





