Usai Bentrok Tolak Pengesahan UU TNI Mahasiswa UMMI Sukabumi Menghilang

Kericuhan saat aksi unjuk rasa menolak pengesahan UU TNI di Sukabumi

BERITAUSUKABUMI.COM-Pasca insiden bentrok unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi, Aliansi BEM se-Sukabumi (ABSI) menyebutkan jika ada dua orang peserta aksi yang dikabarkan sempat menghilang.

Koordinator ABSI, Yogi dalam keterangannya menyebutkan dua orang yang sempat menghilang tersebut adalah Tulus Pratama Sastra Wijaya, seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan seorang warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, bernama Levi.

“Pihak keluarga dan rekan-rekan korban sempat berupaya mencari keberadaan mereka,”kata Yogi, Selasa (25/3/2025).

Bacaan Lainnya

Selain dua peserta aksi yang belum diketahui keberadaannya, menurut Yogi ada enam orang yang ditangkap oleh aparat kepolisian dalam aksi tersebut. Mereka antara lain Adil Muhamad Akmal (Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor), Agung alias A Getri (Warga Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi), Dafa (Mahasiswa UIN Jakarta), Budi Syukur (Warga Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi), Aril (Warga Kecamatan Baros, Kota Sukabumi), Aditya Priatna (Warga Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi).

“Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait alasan penangkapan keenam demonstran tersebut,”ucap Yogi.

Kericuhan yang terjadi dalam aksi tersebut lanjut Yogi juga menyebabkan enam orang mengalami luka serius dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Enam orang itu antara lain, Fadhil Ahmad Fauzan (Mahasiswa UMMI), Ziad (Mahasiswa UMMI), Ridho (Mahasiswa UMMI), Zaky (Institut Madani Nusantara/IMN Sukabumi), Deli (Mahasiswa STIES Gasantara Indonesia), Putra (Mahasiswa STIES Gasantara Indonesia)

“Sejumlah saksi mata menyebutkan bahwa bentrokan terjadi setelah polisi berusaha membubarkan massa aksi dengan tindakan represif,”tandas Yogi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *