Tiga Kali Kena Musibah Rumah Warga Lengkong Sukabumi Ini Segera Diperbaiki

Kapolsek Lengkong, IPTU Bayu Sunarti Agustina, memimpin langsung aksi pembongkaran rumah Juwariah, seorang warga Kampung Cipongpok, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (5/10/2024).
Kapolsek Lengkong, IPTU Bayu Sunarti Agustina, memimpin langsung aksi pembongkaran rumah Juwariah, seorang warga Kampung Cipongpok, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (5/10/2024).

beritausukabumi.com-Rumah Juwariah, seorang warga Kampung Cipongpok, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi,  pada Sabtu (5/10/2024) akhirnya dibongkar.

Kapolsek Lengkong, IPTU Bayu Sunarti Agustina, memimpin langsung aksi pembongkaran yang dilakukan sebagai bagian dari gotong royong untuk merenovasi rumah Juwariah yang sudah tidak layak huni tersebut.

“Kami semua bahu-membahu membongkar rumah Bu Juwariah yang sudah tidak layak. Setelah pembongkaran, kami akan melanjutkan dengan renovasi agar rumah ini bisa kembali aman dan nyaman ditempati,” ungkap IPTU Bayu Sunarti Agustina.

Bacaan Lainnya

Rumah Juwariah yang terbuat dari bilik bambu dan kayu tersebut sudah tidak aman untuk ditinggali, terlebih Juwariah tinggal bersama enam anggota keluarganya, termasuk anak dan cucu-cucunya.”Kegiatan ini diharapkan bisa meringankan beban Bu Juwariah dan keluarganya,”pungkasnya.

Rumah Juariyah sendiri diketahui mengalami kerusakan parah setelah tertimpa berbagai bencana, yakni tertimpa pohon, angin kencang disertai hujan lebat, dan terakhir terkena gempa bumi.

Juariyah bersama keluarganya sebelumnya telah beberapa kali harus mengungsi akibat kondisi rumah yang sudah tua dan lapuk.

Herlan Suherlan (35), putra dari Juariyah, menceritakan bahwa rumah tersebut sudah lama tidak layak huni. “Sebelumnya kami ngungsi sama tetangga karena rumah kena gempa, hujan, dan tertimpa pohon tumbang. Bagian paling parah ada di belakang rumah, sudah hancur sejak tertimpa pohon rambutan,” ujarnya.

Herlan mengaku bingung dan pasrah melihat kondisi rumah ibunya. “Perasaan campur aduk, sedih dan senang juga buat ibu, karena saya sendiri bingung kalau harus membangun rumah ini. Saya kerja serabutan, untuk kebutuhan keluarga saja sudah susah, apalagi buat bangun rumah,”tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *