Kompak 10 Organisasi Lintas Profesi Kesehatan Kabupaten Sukabumi Bantu Korban Bencana

Bupati Sukabumi Marwan melepas bantuan yang diberikan Forsilipro ke korban bencana di Gegerbitung

beritausukabumi.com-Kompak, 10 organisasi  profesi kesehatan yang terhimpun dalam Forum Silaturahmi Lintas Profesi (Forsilipro) Kesehatan Kabupaten Sukabumi membantu penyintas atau korban bencana pergerakan tanah di Kampung Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung pada Minggu (15/12/2024).

Bantuan kemanusiaan dari Forsilipro Kabupaten Sukabumi, dilepas langsung Bupati Sukabumi, Marwan Hamami disaksikan Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi di Pendopo Sukabumi.

Dalam sambutannya, Marwan Hamami mengapreasiasi kepedulian dari Forsilipro Kabupaten Sukabumi yang telah ikut membantu kebutuhan warga terdampak bencana dan membantu meringankan beban pemerintah dalam hal penanganan bencana.

Bacaan Lainnya

Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi yang juga salah satu inisiator Forsilipro Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi mengatakan bantuan kemanusiaan dari Forsilipro untuk korban bencana pergerakan tanah di Desa Ciengang ini merupakan wujud kolaborasi serta kepedulian Forsilipro terhadap para korban bencana.

Ketua PPNI Kabupaten Sukabumi Masykur Alawi secara simbolis memberikan bantuan ke korban bencana di Desa Ciengang Gegerbitung

“Bantuan ini bentuk kepedulian kami, karena kami ingin meringankan beban yang dialami dan dirasakan para korban bencana,”kata Masykur Alawi di lokasi bencana kepada beritausukabumi.com.

10 organisasi profesi kesehatan itu antara lain Ikatan Dokter Indoensia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indoensia (IBI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Himpunan Ahli kesehatan lingkungan Indonesia (HAKLI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Persatuan Ahli Teknis Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATELKI), Persatuan Teknis Gigi Mulut Indonesia (PTGMI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Klinik Indonesia (ASKLIN).

“Selain bantuan sembako, makanan bergizi tambahan untuk anak-anak, obat-obatan medis yang dibutuhkan, kami juga memberikan pelayanan cek kesehatan dan pengobatan gratis untuk warga pengungsi. Selain itu ada juga pelayanan trauma healingserta sanitasi kesehatan lingkungan,”beber Masykur Alawi.

Menurut Masykur, bantuan serupa untuk para penyintas di lokasi lain rencananya juga akan dilakukan.”Insha Alloh kita jadwalkan juga ditempat lain,”tambahnya.

Sementara Ketua IDI Kabupaten Sukabumi Dr. Asep Seherman menambahkan berdasarkan hasil rekap pemeriksaan kesehatan terhadap para korban bencana, penyakit yang mendominasi yakni infeksi saluran pernapasan.

“Kebanyakan mengalami sesak napas atau infeksi saluran pernapasan, hal ini karena faktor kelelahan, cuaca dingin dan kondisi para pengungsi yang tidur di tenda yang kurang memadai,”tutur Dr.Asep Suherman.

Pemeriksaan dan pengobatan gratis yang diberikan kepada para pengungsi lanjut Dr.Asep Suherman tidak hanya akan dilakukan hari ini saja.

“Iya besok kita juga dari tim dokter IDI ada 18 orang akan kembali kesini untuk kembali memastikan kesehatan warga pengungsi,”tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *