Kadis Pendidikan Kota Sukabumi Klarifikasi Isu Polling 100 Hari Kerja Ayep Zaki-Bobby Maulana yang Libatkan Guru

Walikota Sukabumi, Ayep Zaki saat membagikan uang jajan ke sejumlah pelajar (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menyampaikan klarifikasi sekaligus hak jawab terkait isu yang berkembang di media sosial mengenai partisipasi para guru dalam polling 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi.

Dalam pernyataannya, Punjul menegaskan bahwa tidak ada tekanan kepada para guru dalam memberikan penilaian pada polling tersebut.

Menurutnya, ajakan yang disampaikan oleh Wali Kota Sukabumi kepada insan pendidikan merupakan bentuk evaluasi terbuka terhadap kinerja pemerintah selama 100 hari pertama masa jabatan.

Bacaan Lainnya

“Polling ini adalah bentuk keterbukaan dalam berorganisasi. Penilaian masyarakat, termasuk dari para guru, merupakan cerminan kinerja seluruh jajaran pemerintah kota, termasuk unit pendidikan. Oleh karena itu, hasil polling ini penting untuk kami jadikan bahan refleksi dan evaluasi agar pelayanan pendidikan di Sukabumi terus meningkat,” ujar Punjul kepada BERITAUSUKABUMI.COM, Selasa (3/6/2025).

Punjul menambahkan bahwa capaian kinerja 100 hari pertama Wali Kota dan Wakil Wali Kota merupakan akumulasi kerja seluruh perangkat daerah (SKPD), termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menaungi para guru sebagai garda terdepan sektor pendidikan.

Ia juga mengapresiasi respons cepat Wali Kota terhadap sejumlah persoalan pendidikan, seperti perbaikan sarana dan prasarana sekolah, peningkatan alat bantu belajar, dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Beberapa sekolah yang rusak berat direncanakan diperbaiki tahun ini, perbaikan mebeler seperti meja dan kursi telah dianggarkan, alat bantu pembelajaran ditingkatkan, serta insentif untuk HIMPAUDI kini dialokasikan selama satu tahun penuh yang sebelumnya hanya enam bulan pada 2024. Selain itu, masalah Kenaikan Gaji Berkala (KGB) bagi guru P3K yang sempat belum jelas kini sudah ada solusinya. Ini semua adalah bukti dari kebijakan strategis Wali Kota dalam sektor pendidikan,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa langkah-langkah strategis tersebut diambil dengan cepat selama 100 hari masa kerja awal, dan diharapkan akan berdampak positif terhadap kualitas layanan pendidikan ke depan.

“Kami sangat optimistis menatap masa depan pendidikan di Sukabumi di bawah kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Punjul mengajak seluruh pihak untuk menyikapi polling ini secara positif sebagai bentuk partisipasi aktif dalam membangun tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan transparan.

“Keterlibatan para guru dalam memberikan penilaian adalah kontribusi nyata terhadap perbaikan layanan publik. Kami berharap ini menjadi langkah awal menuju pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas di Kota Sukabumi.”pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Karena kami warga sukabumi asli,,sangat mengharapkan kemajuan terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan perdagangan,,seyogyanya sebagai warga yg menginginkan perbaikan di kota sukabumi tercinta utk mendukung dan mensukseskan program wali kota dan wakil wali kota yg bertekad utk menjadikan sukabumi menjadi kota termaju di jawa barat khususnya