Dana Belum Cair, Program MBG di SPPG Nyangkowek Cicurug Sukabumi Terhenti

Program makan bergizi gratis (MBG) di Sukabumi dihentikan sementara mulai 13–22 November 2025. SPPG Sukabumi menjelaskan, penghentian ini terjadi karena dana operasional dari pusat belum turun.
Pengemasan program MBG (ist)

BERITAUSUKABUMI.COMSatuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nyangkowek Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi dikabarkan terpaksa menghentikan program pemberian makan bergizi gratis (MBG) bagi siswa dan ibu balita (B3) di wilayah Nyangkowek dan sekitarnya.

Kabar penghentian pemberian MBG ini muncul setelah beredar surat yang tertuang dalam Nota Dinas Nomor ND-013/06.03/KA.SPPG/XI/2025 yang dikeluarkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi Cicurug Nyangkowek pada 11 November 2025.

Bacaan Lainnya

Dalam surat itu terlihat ditandatangani oleh Kepala SPPG, Dewi Rahayu Lulunda Lingga, S.Psi.

Diketahui, dalam surat itu dijelaskan, penghentian sementara program MBG dilakukan karena anggaran operasional dari pusat belum turun.

Kondisi ini menyebabkan dapur SPPG Nyangkowek Cicurug 2 yang berlokasi di Jalan Cikukulu No. 15, Desa Nyangkowek, tidak dapat melakukan distribusi makanan bergizi mulai 13 November hingga 22 November 2025.

 “Kami mohon maaf atas kekurangan pada pelayanan kami. Pengiriman MBG oleh dapur kami terhenti karena dana operasional MBG belum turun dari pusat,” tulis pihak SPPG dalam surat tersebut.

Pemberitahuan ini ditujukan kepada kepala sekolah penerima MBG, kepala desa, serta kader posyandu di wilayah Nyangkowek.

SPPG juga menyampaikan tembusan surat kepada Kepala dan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Kepala Region Jawa Barat, Korwil Kabupaten Sukabumi, serta Korecam Cicurug sebagai bentuk koordinasi dan transparansi kebijakan.

Pihak SPPG berharap program makan bergizi gratis dapat segera kembali berjalan setelah dana operasional diterima, mengingat kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya penting dalam mendukung perbaikan gizi anak-anak dan ibu di wilayah Sukabumi.

Redaksi BERITAUSUKABUMI.COM sudah berupaya mengkonfirmasi ulang terkait kebenaran informasi ini, namun sampai berita ini dipublis belum mendapat respon dari pihak-pihak terkait.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *