BPBD Kab Sukabumi: Uji Coba Aktivasi Sirine Peringatan Dini Tsunami

Peralatan yang disiapkan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi untuk mendeteksi dini tsunami yang tersambung ke sirine.| Foto: Ist

BERITAUSUKABUMI.COM – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melaksanakan kegiatan penting berupa pengujian aktivasi sirine peringatan dini tsunami.

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan infrastruktur peringatan bencana di wilayah Sukabumi, khususnya dalam menghadapi potensi ancaman tsunami yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan dan mitigasi bencana, tes ini menjadi langkah proaktif untuk mengevaluasi performa peralatan secara keseluruhan, sehingga dapat memberikan respons yang cepat dan efektif jika keadaan darurat benar-benar terjadi.

Bacaan Lainnya

Daeng Sutisna, selaku Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, menjelaskan secara rinci mengenai esensi dari kegiatan ini. Menurutnya, pengujian dilakukan guna mengukur tingkat kesiapan dan keandalan alat-alat peringatan dini, terutama dalam skenario bencana tsunami yang berpotensi melanda kawasan pesisir dan daratan Sukabumi.

“Kami melakukan pengetesan ini untuk memverifikasi sejauh mana perangkat-perangkat tersebut mampu beroperasi optimal saat bencana nyata menimpa, sehingga tidak ada celah yang bisa membahayakan warga,” ungkap Daeng Sutisna dengan tegas, menekankan komitmen BPBD dalam menjaga kewaspadaan terhadap risiko geologis di wilayah ini.

Kegiatan pengujian secara keseluruhan dilaksanakan di markas utama kantor BPBD Kabupaten Sukabumi, yang berfungsi sebagai pusat komando. Prosesnya melibatkan aktivasi dari satu ruang utama sebagai titik kendali primer, serta pemantauan terhadap tiga lok pendukung di lapangan.

Tim teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan integrasi sistem berjalan lancar, mulai dari sinyal aktivasi hingga respons fisik perangkat. Hasil dari tes ini menunjukkan performa yang memuaskan secara keseluruhan, yang menjadi indikator positif bagi kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman alam seperti gempa bumi bawah laut atau gelombang tsunami megathrust.

Berikut adalah rincian status dan kondisi dari masing-masing lokasi pemantauan berdasarkan hasil pengujian di lapangan: Ruang Utama Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi

Kondisi keseluruhan dinyatakan BAIK. Ruang ini berperan sebagai pusat aktivasi utama, di mana seluruh sistem dikendalikan dan dimonitor secara real-time. Tidak ditemukan gangguan signifikan, memungkinkan koordinasi yang efisien dengan tim respons bencana lainnya.

SDKP site:
Status di sistem: OnlineKondisi di site: Online (Alat berbunyi dengan normal, tanpa adanya kendala teknis apa pun) Situs ini, yang terletak di area strategis, berhasil mengaktifkan sirine peringatan secara tepat waktu, menandakan bahwa konektivitas dan daya tahan perangkat tetap terjaga meskipun dalam kondisi simulasi darurat.

Balawista Site:
Status di sistem: OnlineKondisi di site: Online (Alat berbunyi lancar, bebas dari hambatan operasional) Lokasi ini menunjukkan respons yang konsisten, dengan sirine yang berfungsi penuh untuk memastikan penyebaran peringatan mencapai komunitas sekitar. Hal ini krusial mengingat posisinya yang dekat dengan zona rawan bencana.

Geopark Site:
Status di sistem: OnlineKondisi di site: Online (Alat berbunyi efektif, tidak ada masalah yang terdeteksi) Sebagai situs di kawasan geopark yang memiliki nilai ekologis tinggi, pengujian di sini berhasil memverifikasi bahwa peringatan dini dapat terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan, sambil melindungi wisatawan dan penduduk lokal dari risiko tsunami.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Sukabumi tidak hanya menguji teknis peralatan, tetapi juga memperkuat sinergi antarinstansi dan kesadaran masyarakat terhadap protokol bencana.

Hasil positif dari tes aktivasi sirine ini memberikan keyakinan bahwa sistem peringatan dini siap mendukung visi “Kabupaten Sukabumi yang Mubarokah” melalui penanganan bencana yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

“Jika diperlukan data tambahan atau laporan lanjutan, saya siap membantu menyusunnya untuk mendukung upaya koordinasi lebih lanjut,” tutup Daeng Sutisna.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *