BERITAUSUKABUMI.COM-Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meluruskan anggapan publik terkait Tim Konsultan Percepatan Pembangunan (TKPP) yang terus dipertanyakan keberadaanya oleh sejumlah pihak.
Menurutnya, tim tersebut bukanlah kelompok besar dengan anggaran fantastis, melainkan hanya terdiri dari satu orang dengan honorarium maksimal Rp4 juta per bulan.
“TKPP ini sifatnya sementara. Kalau bekerja dikasih, kalau tidak, ya tidak,” demikian disampaikan Ayep Zaki, dalam forum Ngoppy, Ngobrol Happy Edisi 2 yang digelar di Ruang Pertemuan Setda Kota Sukabumi, Kamis (4/9/2025).
Ayep Zaki menegaskan bahwa TKPP tidak menggunakan anggaran negara. Tim ini, kata Ayep, berdiri atas dasar komitmen pribadi dan justru berhasil menyelamatkan anggaran Kota Sukabumi hingga miliaran rupiah. “Meski begitu, saya tidak bisa menjelaskan secara rinci untuk menghindari menyinggung pihak lain,” tambahnya.
Selain soal TKPP, Ayep Zaki juga menegaskan komitmennya menjalankan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berpihak pada masyarakat.
Selain itu dalam forum bertajuk “Sukabumi Kini dan Nanti” tersebut, Ayep Zaki menekankan bahwa seluruh kebijakan daerah, termasuk pengelolaan BUMD, BLUD, dan aset kota, diarahkan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat.
“Saya tegaskan tidak ada titipan jabatan, tidak ada proyek, dan tidak ada negosiasi politik. Semua seleksi dilakukan profesional dan transparan,” ujarnya.
Forum diskusi ini dihadiri organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, LSM, hingga seluruh SKPD. Sejumlah isu strategis, mulai dari pengelolaan pajak, transparansi anggaran, hingga pemanfaatan aset daerah, dibahas secara terbuka.
Ayep Zaki memastikan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi siap menerima kritik publik dan menjadikannya sebagai masukan dalam memperkuat pelayanan serta pembangunan berkelanjutan di Kota Sukabumi.





