BERITAUSUKABUMI.COM–Pertanyaan terkait pengakuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengaku sulit menghubungi Bupati Sukabumi, Asep Japar, akhirnya mendapat penjelasan.
Rafi Nasution, salah satu pihak yang selama ini dikenal dekat dengan Asep Japar memastikan bahwa kendala tersebut lebih kepada faktor teknis, bukan karena sikap mengabaikan.
Menurut Rafi, telepon genggam Bupati Asep Japar kerap dalam kondisi nonaktif, terutama saat sedang diisi daya, ketika rapat, atau saat beristirahat.
Meski demikian, Asep Japar selalu berupaya merespons setiap panggilan maupun pesan yang masuk, terlebih jika bersifat mendesak.
“Handphone sedang nonaktif, sedang dicas. Biasanya kalau sudah aktif kembali, langsung ditelpon balik. Hampir ratusan pesan masuk ke nomor pribadi. Intinya, Pak Asep selalu respon terhadap keluhan, hanya mungkin masalah teknis karena tidak semua pesan bisa langsung dibalas,” ujar Rafi dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Rabu (27/8/2025).
Kuasa Hukum Korpri Kabupaten Sukabumi ini juga menegaskan jika Bupati Sukabumi tidak pernah mengabaikan panggilan penting, termasuk dari seorang gubernur yang sifatnya menyangkut masalah kinerja.
“Kalau beliau selesai dalam suatu tugas atau acara, telepon yang sifatnya urgen, mendesak, apalagi dari seorang Gubernur, pasti akan ditelpon balik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rafi menjelaskan bahwa kebiasaan Bupati Asep Japat mematikan ponsel ketika sedang mengisi daya atau menghadiri rapat sering menimbulkan kesan sulit dihubungi.
Namun, setelah ponsel kembali aktif, Asep Japar langsung menindaklanjuti panggilan maupun pesan yang tertinggal.
Rafi pula memastikan hubungan antara Gubernur Dedi Mulyadi dan Bupati Asep Japar masih terawat dan terjaga dengan baik sekali.
Bahkan, dengan berbagai persoalan yang ada di Kabupaten Sukabumi, Gubernur Dedi Mulyadi jelas Rafi menaruh perhatian lebih untuk Kabupaten Sukabumi.
“Yang jelas, setelah handphone Bapak aktif dan ada panggilan tak terjawab serta WhatsApp dari Pak Gubernur, Bapak sudah menghubungi kembali dan sudah clear. Bahkan, ada bukti video tim dari Kabupaten yang menunjukkan beliau langsung merespons,” ungkapnya.
“Dengan demikian, isu sulitnya komunikasi antara Gubernur Jawa Barat dan Bupati Sukabumi lebih disebabkan kendala teknis semata, bukan karena adanya unsur kesengajaan,”tambah Rafi menutup penjelasan.





