BERITAUSUKABUMI.COM-Sebagai bentuk kepedulian terhadap nasib dan kesejahteraan petani penggarap, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sukabumi Raya menggelar kegiatan cek kesehatan gratis bagi para petani yang bertani di lahan eks HGU PT Nagawarna, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi selama dua hari, 3–4 Agustus 2025 lalu.
Pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi bagian dari agenda bertajuk “Ngariung Tani, Kolaborasi untuk Solusi Membangun dan Meningkatkan Kesejahteraan Petani Lewat Forum Interaktif dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis.”
Program ini tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga membuka ruang advokasi dan konsolidasi terkait isu-isu agraria yang dialami para petani penggarap.
Puluhan petani mengikuti pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek tekanan darah, kadar gula darah, hingga konsultasi umum dengan tenaga medis yang disediakan.
Lokasi pemeriksaan dipilih dekat dengan area pertanian untuk memudahkan akses dan tidak mengganggu aktivitas para petani.
Ketua PC IMM Sukabumi Raya, Muhamad Fajri Nur Rizky menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi petani yang kerap terpinggirkan dalam hal layanan kesehatan.
“Petani adalah tulang punggung ketahanan pangan, namun akses mereka terhadap layanan dasar masih minim. IMM ingin hadir bukan hanya dalam diskusi, tapi juga dalam aksi nyata,” ujarnya.

Selain pelayanan kesehatan, kegiatan ini juga dijadikan momentum untuk memperkuat dialog dan konsolidasi dengan para petani mengenai masalah struktural yang mereka hadapi. Beberapa isu krusial yang mencuat dalam diskusi adalah:
Kepastian status lahan garapan di eks HGU PT Nagawarna, Akses pupuk dan sarana produksi dan Peningkatan kapasitas pertanian berkelanjutan
Muhamad Fajri Nur Rizky menyebut bahwa kegiatan ini adalah langkah awal dari rangkaian advokasi agraria berkelanjutan, termasuk penyuluhan pertanian dan pemberdayaan petani penggarap.
Muhamad Fajri Nur Rizky menyatakan komitmennya untuk terus menyuarakan keadilan agraria serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
Dalam waktu dekat, IMM berencana akan menjalin kolaborasi lanjutan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi tani, akademisi, dan lembaga pendamping agraria.
“Kami ingin memastikan bahwa suara petani tidak tenggelam dalam kebijakan. Kolaborasi ini akan terus kami jaga, demi memperjuangkan hak-hak dasar petani, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, hingga legalitas lahan,” tegas Muhamad Fajri Nur Rizky.





