Masyarakat Desa DPU Kabupaten Sukabumi Segera Perbaiki Kondisi Jalan Darurat Ciguyang–Jampangkulon

bus Damri jurusan Sagaranten–Surade yang tidak mampu menanjak akibat kondisi jalan yang licin dan tidak stabil

BERITAUSUKABUMI.COM-Ruas jalan darurat Ciguyang–Jampangkulon di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah kendaraan dilaporkan mengalami kesulitan melintasi jalur ini, termasuk bus Damri trayek Sagaranten–Surade yang terpaksa berhenti karena gagal menanjak akibat kondisi jalan yang licin dan tidak stabil.

Insiden ini terjadi ketika bus Damri harus menghentikan perjalanannya di tengah tanjakan. Permukaan jalan yang berlumpur dan tidak kokoh membuat kendaraan tidak mampu melaju. Seluruh penumpang pun akhirnya turun dari bus dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang merasa bahwa penanganan infrastruktur dari pihak terkait belum maksimal.

Bacaan Lainnya

Padahal, ruas Ciguyang–Jampangkulon merupakan jalur penghubung penting di wilayah selatan Sukabumi yang kerap digunakan untuk mobilitas warga dan distribusi barang.

Jalur ini sebelumnya dibuka sebagai alternatif akses transportasi, namun hingga kini belum dilengkapi dengan infrastruktur jalan yang memadai.

Minimnya pengerasan dan penataan struktur jalan membuat kawasan ini rawan kecelakaan, terutama saat musim hujan.

Masyarakat mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi untuk segera melakukan langkah konkret, seperti perbaikan jalan di titik rawan tanjakan serta peningkatan kualitas permukaan jalan yang aman dilalui semua jenis kendaraan.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak DPU terkait rencana penanganan jangka pendek maupun pembangunan jalan permanen di lokasi tersebut.

Warga berharap, pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Pasalnya, ruas Ciguyang–Jampangkulon bukan hanya menjadi jalur vital penghubung antarwilayah, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan selatan Sukabumi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *