DPU Kabupaten Sukabumi Fokuskan Penanganan Bencana Cibuntu Simpenan

BERITAUSUKABUMI.COM-Penanganan bencana longsor yang melanda Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, masih terhambat akibat belum tersedianya alat berat untuk membersihkan timbunan material longsor. Warga pun terpaksa bergotong royong secara manual untuk membuka akses jalan dan membersihkan sisa-sisa longsoran.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, melalui Kepala UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu, Edi Mulyadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan alat berat untuk diturunkan ke lokasi. Namun, alat tersebut masih digunakan di Desa Sangrawayang untuk penanganan bencana serupa.

“Kami akan turunkan alat berat untuk membersihkan material akibat bencana di Desa Cibuntu. Tapi kami masih menunggu karena alatnya masih digunakan di lokasi lain,”ujar Edi Mulyadi, Senin (22/4/2025).

Bacaan Lainnya

Longsor yang terjadi pada Sabtu malam (19/4/2025) itu disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam.

Material berupa tanah, batu, dan pepohonan menutup akses jalan utama dan sempat mengisolasi sejumlah rumah warga di Kampung Cibuntu.

Salah satu warga terdampak, Rahmat (42), mengaku kesulitan untuk beraktivitas karena akses jalan yang tertutup total.

“Kami tidak bisa kemana-mana. Kalau mau ke pasar atau ke sekolah, harus memutar jauh. Sekarang warga bergantian membersihkan jalan pakai alat seadanya,”ujarnya.

Rahmat berharap pemerintah segera menurunkan alat berat agar proses pembersihan bisa dilakukan lebih cepat. *“Kalau cuma pakai cangkul dan sekop, ini bisa makan waktu berminggu-minggu,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah Desa Cibuntu masih mendung, dan warga diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.

Pemerintah daerah memastikan akan segera menurunkan alat berat ke lokasi begitu penanganan di titik lain selesai, sebagai bagian dari komitmen mempercepat pemulihan pascabencana.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *