Ribuan Tukik Dilepasliarkan di Pantai Pangumbahan Sukabumi

Mahasiswa IPB dan warga Pangumbahan saat menyaksikan peleasan Tukik di Pantai Pangumbahan Kecamatan Ciracap, Sabtu (4/10/25).| Foto: Ist

BERITAUSUKABUMI.COM Kawasan Konservasi Penyu di Pantai Pangumbahan bukan hanya dikenal karena pesona alamnya yang menakjubkan, tetapi juga karena komitmen kuat dalam menjaga kelestarian spesies laut. Di antara berbagai inisiatif, pelepasan tukik—atau anak penyu—ke samudra menjadi sorotan utama yang melibatkan banyak komunitas.

Pada Sabtu, 5 Oktober 2025, kawasan ini kembali menjadi panggung bagi peristiwa berharga saat seribu ekor tukik dilepaskan ke habitat alaminya.

Tim konservasi dengan hati-hati membawa tukik-tukik tersebut ke perairan Pantai Pangumbahan, di mana mereka akan memulai petualangan hidupnya. Spesies tersebut adalah penyu hijau (Chelonia mydas) yang termasuk dalam daftar hewan terancam punah.

Inisiatif pelepasan ini merupakan bagian krusial dari program pelestarian biodiversitas, terutama untuk penyu yang populasinya terus menurun. Tujuannya jelas: memperkuat jumlah penyu di alam liar sambil memastikan keseimbangan ekosistem perairan tetap terjaga.

Penyu memainkan peran vital dalam kehidupan laut, mulai dari mengatur rantai makanan hingga mendistribusikan nutrisi penting yang mendukung kesehatan terumbu karang dan ekosistem lainnya.

Sebelum dilepas, setiap tukik yang baru menetas dari sarangnya diperiksa secara teliti untuk memastikan kondisi kesehatannya optimal. Langkah ini dirancang agar mereka lebih tangguh menghadapi ancaman di alam liar, seperti serangan predator atau perubahan cuaca yang ekstrem.

Menurut Musonif, Tenaga Teknis di Kawasan Konservasi Penyu Pantai Pangumbahan, acara pelepasan itu melibatkan kolaborasi erat antara petugas konservasi, mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) serta siswa magang dari Sekolah Perikanan Serang di Provinsi Banten.

“Kami berhasil melepaskan 1.000 ekor tukik hari ini, dengan dukungan penuh dari tim konservasi, mahasiswa IPB, dan siswa magang Sekolah Perikanan Serang. Syukurlah, semuanya berjalan sukses,” kata Musonif kepad wartawan disela pelepasan Tukik.

Musonif menekankan betapa esensialnya kerjasama antara institusi pendidikan, pemerintah, dan warga masyarakat untuk melindungi alam. Selain manfaat lingkungannya, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda dan publik tentang urgensi menjaga keragaman hayati.

Sudah lama mahasiswa serta pelajar turut andil dalam riset dan program pelestarian satwa liar serta lingkungan. Partisipasi mereka dalam pelepasan tukik di Pantai Pangumbahan diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk berkontribusi pada pelestarian alam Indonesia.

Terletak di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Pantai Pangumbahan adalah rumah bagi penyu hijau berkat pantai berpasir putih halus dan suasana tenang yang ideal untuk penyu bertelur serta tukik memulai kehidupan barunya di lautan lepas.

Tak hanya itu, acara pelepasan tukik ini juga menarik perhatian wisatawan yang datang ke kawasan Ujung Genteng. Mereka bisa menikmati panorama alam indah sekaligus ikut serta langsung dalam aksi konservasi, menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan.

Pelepasan tukik di Pantai Pangumbahan hanyalah satu elemen dari serangkaian upaya luas untuk melindungi biodiversitas setempat.

“Pelepasan tukik ini adalah kontribusi berharga bagi pelestarian penyu dan kekayaan hayati. Di balik nilai ekologisnya, kegiatan ini juga mendidik, melibatkan mahasiswa, pelajar, dan komunitas lokal. Semoga populasi penyu serta keanekaragaman alam di kawasan konservasi Pantai Pangumbahan tetap lestari untuk keturunan kita nanti,” tutup Musonif.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *