Kisah Pilu Alghina, Siswi SMKN 3 Sukabumi yang Meninggal Dunia Setelah Setahun Berjuang Akibat Kecelakaan di Masjid Agung

BERITAUSUKABUMI.COM-Alghina, seorang siswi SMKN 3 Kota Sukabumi yang sebelumnya sempat mengalami kecelakaan di Masjid Agung Kota Sukabumi, akhirnya menghembuskan napas terakhirnya, Selasa (8/7/2025), setelah satu tahun berjuang melawan penyakit yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut.

Kronologi Kejadian:

Peristiwa bermula saat Alghina tengah melaksanakan salat Dzuhur di Masjid Agung Kota Sukabumi. Saat hendak keluar melalui area penitipan sepatu, ia terpeleset dan terjatuh. Saat itu hujan deras mengguyur kawasan tersebut, membuat lantai menjadi sangat licin.

Dalam kondisi darurat, Alghina langsung dibawa ke RSUD R. Syamsudin, SH. oleh ambulans milik Masjid Agung. Karena kondisi mendesak, kendaraan tersebut dikemudikan oleh salah seorang jamaah masjid yang memiliki kemampuan mengemudi, sebab sopir ambulans tidak sedang berada di tempat.

Saat itu Alghina belum terdaftar sebagai peserta BPJS. Salah seorang warga yang ikut mendampingi korban langsung menghubungi Anggota DPRD Kota Sukabumi, Bambang Herwanto untuk mendapatkan bantuan. Berkat upaya cepat tersebut, kepesertaan BPJS Alghina berhasil diproses dan ia pun dapat dirawat dengan fasilitas yang tersedia.

Alghina menjalani perawatan selama tiga hari di RSUD Syamsudin. Setelah kondisi dinyatakan stabil, ia diperbolehkan pulang ke rumah.

Sekitar satu tahun setelah kejadian, Alghina kembali mengeluh sakit kepala hebat. Ia sempat dibawa ke RS Asyifa, namun karena rumah sakit tersebut tidak memiliki fasilitas CT Scan, disarankan untuk melanjutkan pemeriksaan ke RSUD Syamsudin.

Di RSUD Syamsudin, Alghina kembali menjalani perawatan. Dokter mendapati adanya pembengkakan di bagian belakang kepalanya. Tim medis kemudian melakukan tindakan pengambilan cairan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah dilakukan diagnosis lebih mendalam oleh dr. Nidzar, diketahui bahwa RSUD Syamsudin tidak memiliki peralatan medis yang memadai untuk penanganan kasus tersebut.

Alghina pun dirujuk ke RS Hasan Sadikin, Bandung, untuk perawatan lanjutan. Di sana, ia menjalani pengobatan intensif selama kurang lebih satu bulan.

Sekitar satu minggu yang lalu, Alghina dipulangkan ke Sukabumi. Namun, selama masa perawatan di rumah, kondisinya menurun. Ia mengalami pendarahan hebat dan segera dibawa kembali ke RSUD Syamsudin.

Setelah berjuang melawan penyakitnya, pada Selasa (8/7/2025), Alghina dinyatakan meninggal dunia. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi keluarga, guru, teman-teman, serta masyarakat yang sempat mengikuti kisah perjuangannya.

Sumber : Robby Muharam (pegiat/aktivis Sukabumi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *