beritausukabumi.com-Camat Ciemas, Usep Supelita mengatakan, pasca banjir yang menerjang Kecamatan Ciemas, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan jaringan internet belum normal hingga sekarang ini.
“Akses jalan menuju desa terdampak sudah bisa dilalui, cuman sekarang tengah kesulitan bahan bakar dan internet. Harga bahan bakar jenis Pertalite mencapai Rp20 ribu per liter, itupun langka. Juga kesulitan internet sehingga kami kesulitan untuk melaporkan data-data ke pimpinan di kabupaten,”kata Usep Supelita, Sabtu (14/12/2024).
Meski mengalami kendala kelangkaan BBM dan jaringan internet yang belum normal, namun Usep memastikan untuk pasokan logistik sudah tersalurkan dengan tepat sasaran pasca banjir rob yang menerjang beberapa titik di wilayah Kecamatan Ciemas.
“Alhamdulillah berkat bantuan dari semua pihak warga di beberapa desa di Kecamatan Ciemas mendapatkan bantuan, mulai dari instansi pemerintah, instansi vertikal, hingga relawan,”terangnya.
Ia menjelaskan, saat ini korban terdampak bencana di beberapa tempat tidak mengungsi secara tersentral, tetapi mengungsi ke rumah keluarga yang dianggap aman.
Bahkan, beberapa hari terakhir sebagian masyarakat sudah kembali ke tempat tinggal mereka.
“Banjir yang terjadi di Kabupaten Sukabumi berdampak di beberapa Desa di Kecamatan Ciemas, antara lain, Desa Mandrajaya, Ciwaru, Mekarsakti, dan Ciemas,”terangnya.





