BERITAUSUKABUMI.COM-Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan jika penguatan nilai religius di kalangan aparatur sipil negara (ASN) Melalui Forum Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan strategi besar dalam membangun sumber daya manusia yang berintegritas dan berkarakter.
Asep Japar mendorong lahirnya perubahan nyata pada mental dan spiritual ASN, sekaligus menanamkan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.
Asep menekankan, MTA harus menjadi motor penggerak budaya kerja berbasis keimanan yang menopang visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).
Asep Japar pun menantang kepengurusan yang baru agar tidak terjebak dalam rutinitas, melainkan mampu menghadirkan program dakwah yang inovatif, relevan, dan menjawab persoalan nyata di lingkungan kerja ASN.
“Jangan sekadar rutinitas. Hadirkan dakwah yang relevan, menyejukkan, dan mampu menjawab tantangan di lingkungan kerja,” kata Asep Japar saat pengukuhan Forum Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, di Pendopo, Selasa (5/5/2026).
Lebih jauh ia mengungkapkan keberadaan MTA harus mampu menjadi motor penggerak internal yang mendorong lahirnya budaya kerja berbasis nilai keimanan.
Hal ini dinilai penting untuk menopang visi Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah (Mubarakah).
Ia pun menantang kepengurusan yang baru dikukuhkan agar tidak berjalan normatif. Program yang disusun harus inovatif, kontekstual, dan menyentuh langsung persoalan yang dihadapi ASN dalam keseharian kerja.
“Jangan sekadar rutinitas. Hadirkan dakwah yang relevan, menyejukkan, dan mampu menjawab tantangan di lingkungan kerja,” pesannya.
Asep juga menekankan pentingnya momentum ini sebagai penguat komitmen bersama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pelayanan publik, dengan landasan iman dan takwa.
Di sisi lain, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman, memastikan bahwa pembinaan keagamaan ASN kini mulai diarahkan lebih sistematis.
Pengajian aparatur tidak lagi berjalan sporadis, melainkan berbasis kurikulum yang terstruktur dengan dukungan dai-dai kompeten.
“Kurikulum ini akan terus dievaluasi bersama Forum MTA agar semakin adaptif dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas aparatur,” ujarnya.
Dengan penguatan ini, Pemkab Sukabumi tampak ingin memastikan bahwa reformasi birokrasi tidak hanya menyentuh aspek administratif, tetapi juga menyasar dimensi moral dan spiritual aparatur sebagai fondasi pelayanan publik yang berintegritas.





