BERITAUSUKABUMI.COM-Di tengah hamparan hijau dan sejuknya udara pegunungan Jawa Tengah, berdiri sebuah tugu unik yang mencuri perhatian siapa saja yang melintas.
Namanya Tugu Biawak Wonosobo. Terletak di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, tugu ini berdiri gagah di tepi Jalan Nasional Wonosobo-Banjarnegara, tak jauh dari sebuah jembatan yang dulu dikenal dengan nama khas Jembatan Biawak.
Disebut demikian karena pada masa lalu, warga dan pengendara kerap melihat biawak berkeliaran di sekitar area tersebut. Kini, hewan reptil itu justru menjadi ikon lokal yang menginspirasi hadirnya tugu penuh makna ini.
Simbol yang Bukan Sekadar Dekorasi Jalan
Berbeda dari tugu-tugu pada umumnya yang hanya menjadi penanda lokasi, **Tugu Biawak hadir sebagai simbol budaya dan semangat hidup masyarakat Wonosobo.
Biawak dipilih bukan tanpa alasan. Hewan ini dikenal memiliki karakter kuat, tangguh, dan lincah—sifat yang juga mencerminkan keteguhan dan daya tahan warga Wonosobo yang hidup berdampingan dengan alam yang kadang keras namun memesona.
“Biawak itu hewan yang tidak mudah dikalahkan,” kata seorang warga setempat. “Dia bisa hidup di banyak kondisi. Seperti kami di sini, harus bisa bertahan dan beradaptasi.”
Dengan nilai pembangunan mencapai Rp50 juta, monumen ini tidak hanya memperindah ruang publik, tapi juga menjadi bentuk ekspresi artistik dan identitas kolektif masyarakat.
Spot Foto Favorit dengan Latar Alam Pegunungan
Seiring berjalannya waktu, Tugu Biawak menjelma jadi spot foto favorit bagi wisatawan dan para pelintas. Terlebih lagi, tugu ini dikelilingi lanskap alam yang menawan—hamparan sawah, pegunungan di kejauhan, serta langit biru yang menambah kesan dramatis.
Bagi kamu yang senang menjelajahi tempat-tempat unik di Indonesia, Tugu Biawak wajib masuk bucket list destinasi singgah saat ke Wonosobo. Cocok buat konten media sosial maupun sekadar beristirahat sejenak sambil menikmati udara segar khas dataran tinggi.
Lebih dari Sekadar Monumen: Ini Tentang Identitas
Tugu ini mengingatkan kita bahwa setiap sudut daerah punya cerita. Dari hal yang mungkin terlihat biasa—seperti kemunculan biawak di tepi jembatan—lahirlah sebuah ikon yang penuh makna. Inilah bentuk kecintaan terhadap alam dan sejarah lokal yang diekspresikan melalui karya seni ruang publik.





