BERITAUSUKABUMI.COM-Pembongkaran tempat wisata Hibisc Fantasy di Puncak, Bogor, yang dilakukan atas instruksi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai pro dan kontra.
Salah satu pihak yang mengkritik langkah ini adalah Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana, yang menilai tindakan tersebut dapat berdampak buruk bagi iklim investasi di sektor pariwisata.
Menpar Widiyanti mengungkapkan keprihatinannya terhadap kebijakan ini. Menurutnya, langkah seperti pembongkaran sepihak dapat menciptakan ketidakpastian bagi para investor, terutama jika tempat wisata tersebut telah memenuhi aspek legalitas yang dibutuhkan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan tetap menghormati regulasi yang berlaku.
“Penting bagi kita untuk menjaga kepercayaan para pelaku usaha di bidang pariwisata. Jika terjadi pelanggaran, penyelesaiannya harus melalui mekanisme yang adil dan transparan, bukan sekadar tindakan sepihak,” ujarnya.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa pembongkaran Hibisc Fantasy dilakukan karena adanya pelanggaran dalam penggunaan lahan.
Pihaknya menemukan bahwa izin yang diberikan hanya untuk 4.800 meter persegi, namun pengelola membangun hingga 15.000 meter persegi, yang berarti melebihi batas yang diizinkan.
“Kami tidak bisa membiarkan ada pelanggaran terhadap tata ruang. Apalagi kawasan Puncak adalah area yang harus dijaga kelestariannya,” jelas Dedi Mulyadi.
Ia juga menegaskan bahwa setelah pembongkaran, lahan tersebut akan dikembalikan ke fungsinya sebagai kawasan hijau.
Pemprov Jabar berencana melakukan reboisasi di lokasi tersebut untuk mengembalikan fungsi resapan air dan menjaga kelestarian lingkungan.





