BERITAUSUKABUMI.COM-Polemik warga yang menolak dan mendukung pembangunan tambak udang yang digarap PT Berkah Semesta Maritim (BSM) di lahan seluas 108 hektare di Kampung Mekarjaya, Desa Buniwangi Mina Jaya Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi Kembali mencuat.
Perang spanduk antara warga yang pro dan kontra pembangunan tambak udang pun bermunculan. Dalih warga yang menolak tidak lain, karena kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan dan sosial yang ditimbulkan.
Sedangkan warga yang mendukung beralasan dengan hadirnya tambak udang akan mendatangkan investasi dan membuka lapangan kerja.
Alasan Penolakan Warga Terhadap Pembangunan Tambak Udang
Sejumlah elemen masyarakat, termasuk kelompok pegiat lingkungan, nelayan, dan komunitas wisata, menyampaikan keberatan mereka dalam audiensi bersama pihak terkait.
Mereka menilai bahwa keberadaan tambak udang dapat mencemari lingkungan, mengganggu ekosistem laut, dan merusak kawasan wisata yang menjadi sumber mata pencaharian warga.
Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minajaya, Yusuf Sadam, aktivitas tambak di area tersebut berpotensi menurunkan kualitas air dan merusak keindahan pantai.
Selain itu, keberadaan tambak juga dianggap bertentangan dengan status wilayah tersebut sebagai bagian dari Geopark Ciletuh yang seharusnya dilestarikan.
Nelayan setempat juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa limbah dari tambak dapat mengurangi hasil tangkapan ikan mereka. Sementara itu, petani yang menggarap lahan di sekitar lokasi tambak merasa terancam kehilangan sumber penghidupan mereka.
Penolakan terhadap proyek ini tidak hanya datang dari segelintir pihak. Forum Masyarakat dan Nelayan Minajaya Bersatu (FMNMB) berhasil mengumpulkan ratusan tanda tangan warga yang menolak pembangunan tambak udang.
Alasan warga Mendukung Tambak Udang

Adapun dalih warga yang mendukung pembangunan tambak udang karena mereka sudah berkomunikasi dengan pihak perusahaan tambak udang yang menjanjikan prioritas perekrutan tenaga kerja dari masyarakat setempat.
Selain itu, UMKM lokal, seperti warung makan dan penyedia alat perikanan, juga berpotensi mendapatkan manfaat dari proyek ini.
Pihak perusahaan berjanji untuk membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar limbah tambak tidak mencemari lingkungan sekitar.
Jika dikelola dengan baik, warga meyakini bahwa tambak udang dapat berjalan beriringan dengan kelestarian alam.
Dukungan dari Pemerintah Desa setempat terhadap pembangunan tambak udang ini juga jadi kekuatan.
Kepala Desa Buniwangi bahkan menyebut bahwa mereka siap bersinergi dengan perusahaan untuk memastikan pembangunan tambak yang berkelanjutan.
Pihak pemerintah desa berpendapat, dehadiran tambak udang dapat mendorong peningkatan infrastruktur di daerah tersebut, seperti perbaikan jalan, akses air bersih, dan listrik yang lebih stabil.





