BERITAUSUKABUMI.COM-Hasil pemeriksaan laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi menemukan cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air sumur dan sejumlah peralatan makan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gunungguruh Cikujang 1 Kabupaten Sukabumi.
Temuan tersebut terungkap dalam penyelidikan menyusul kasus dugaan keracunan makanan yang dialami siswa dan guru SMKN 1 Gunungguruh beberapa waktu lalu.
Dimana, ada sebanyak 212 orang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang dipasok dari SPPG dibawah naungan Yayasan Inti Mandiri Nusantara tersebut.
“Dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel lingkungan menunjukkan adanya cemaran E. coli pada air sumur, pisau, talenan, dan ompreng atau wadah makan,”ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Senin (19/10/2026).
Dijelaskan Masykur Alawi, derdasarkan hasil pemeriksaan yang disampaikan Dinkes Kabupaten Sukabumi, angka cemaran pada sampel air sumur tercatat +100. Sementara itu, hasil pemeriksaan usap peralatan menunjukkan angka +17 pada pisau, +18 pada talenan, dan +111 pada ompreng.
“Temuan ini menjadi perhatian karena air dan peralatan makan merupakan bagian penting dalam rantai pengolahan pangan. Apabila tidak memenuhi persyaratan higiene sanitasi, keduanya berpotensi menjadi jalur kontaminasi,”tegasnya.
Pemeriksaan Laboratorium Dinkes Kabupaten Sukabumi juga mengungkap sejumlah persoalan fasilitas sanitasi di SPPG Gunungguruh Cikujang 1.
Salah satunya, fasilitas pemanas air atau water heater untuk mencuci peralatan makan dilaporkan tidak berfungsi.
Selain fasilitas, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi catatan. Dari 50 penjamah makanan yang tercatat, baru 20 orang atau 40 persen yang memiliki sertifikat Pelatihan Keamanan Pangan (PKP).
Dinkes turut menyoroti belum memadainya pengukuran dan pencatatan suhu ruangan serta belum adanya pelaporan pemeriksaan berkala setiap tiga bulan sebagaimana kewajiban yang disebutkan dalam Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Penggunaan Air Sumur Direkomendasikan Dihentikan
Menindaklanjuti hasil pemeriksaan, Dinkes Kabupaten Sukabumi, akhirnya merekomendasikan penghentian penggunaan air sumur untuk pengolahan pangan dan kegiatan sanitasi di SPPG Cikujang 1.
“Pengelola diminta menggunakan sumber air yang memenuhi persyaratan kesehatan dan telah melalui pemeriksaan laboratorium,”katanya.
Penggunaan air dari depot isi ulang yang memenuhi ketentuan higiene sanitasi disebut sebagai salah satu alternatif.
Perbaikan fasilitas sanitasi, penyediaan sarana sterilisasi peralatan, serta evaluasi terhadap standar operasional prosedur juga menjadi bagian dari langkah perbaikan yang direkomendasikan.
“Selain itu, kebersihan personal para pekerja, penggunaan alat pelindung diri, serta pemeriksaan berkala terhadap kualitas air dan makanan perlu mendapat perhatian,”tandasnya.





