Pasokan Air Bersih Terganggu Ini Penjelasan Direktur Perumda AM TBW Kota Sukabumi

Direktur Utama Perumda AM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, Dian Afriandi (foto:tbwkotsi)

BERITAUSUKABUMI.COM – Direktur Utama Perumda AM Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi, Dian Afriandi, menjelaskan terganggunya pasokan air bersih yang dikeluhkan pelanggan.

Menurut Dian, sejumlah sumber air baku mengalami penyusutan debit secara signifikan, bahkan Mata Air Batukarut yang menjadi salah satu andalan pasokan air kini hanya mampu menghasilkan 30 liter per detik, anjlok dari kondisi normal sekitar 150 liter per detik.

Tak hanya Mata Air Batukarut, penyusutan debit juga terjadi di sejumlah sumber air lainnya, antara lain kawasan Pondok Halimun, Kadudampit, Cinumpang, Cipelang, dan Cigadog.

Penurunan tersebut mencapai sekitar 80 persen. Kondisi ini memaksa Perumda AM Tirta Bumi Wibawa mengatur distribusi air secara bergiliran untuk menjaga agar pelayanan kepada pelanggan di Kota Sukabumi dan wilayah Cisaat, Kabupaten Sukabumi, tetap berjalan.

“Sesuai dengan kondisi alam, hari ini musim kemarau yang cukup panjang, sehingga kondisi debit sumber mata air sudah menipis. Akibatnya ya itu tadi, pasokan air dari Perumda AM Tirta Bumi Wibawa tidak bisa normal,” kata Dian saat dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Selasa (20/10/2026).

Agar pasokan air bersih tetap diterima pelanggan, Perumda AM Tirta Bumi Wibawa memberlakukan pengaturan jadwal pengaliran air bagi pelanggan di Kota Sukabumi dan Cisaat. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Minggu (18/10/2026).

Berdasarkan pengumuman perusahaan, pengaliran air dibagi menjadi dua periode waktu, yakni  Wilayah Kota Sukabumi: pukul 06.00–18.00 WIB. Dan Wilayah Cisaat, Kabupaten Sukabumi: pukul 18.00–06.00 WIB.

“Pembagian jadwal ini menjadi salah satu langkah untuk mengoptimalkan distribusi air di tengah menurunnya kemampuan sumber air baku dalam memenuhi kebutuhan pelanggan,”ungkap Dian.

Untuk wilayah Kota Sukabumi, lokasi yang tercantum dalam pengumuman meliputi Jalan Bhayangkara, Jalan Kenari, Jalan R. Syamsudin, Perumahan Pesona Pangrango, Perumahan Tanjung Sari, Perumahan Gading, Karamat, Cipelang, Jalan Pelabuhan II, Lembursitu, Jalan Nyomplong, Benteng, Jalan Pabuaran, Cipanengah, Cikondang, Lio Santa, dan Balandongan.

Sementara itu, wilayah Cisaat meliputi Kadudampit, Sukasari, Nagrak, Sukamanah, Gunung Jaya, Cisaat, Babakan, Bojongloa, Citengkor, Perumahan Babakan Damai, Mangkalaya, Cibolang, Cibolang Kaler, Ciraden, Selajambe, Cimahi, Cantayan, Cibaraja, dan Sukamanti.

Pihak Perumda TBW Kota Sukabumi menghimbau agar pelanggan memeriksa kembali wilayah yang tercantum dalam pengumuman resmi perusahaan serta mengikuti informasi terbaru terkait pelayanan.

“Jadwal pengaliran tersebut kami pastikan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi sumber air dan distribusi di lapangan,”kata Dian.

Sumur Bor dan Mobil Tangki Disiapkan

Selain menerapkan pengaliran secara bergiliran, Perumda AM Tirta Bumi Wibawa menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekurangan air bersih.

Upaya tersebut di antaranya mengaktifkan sumur bor atau sumur artesis serta memaksimalkan armada mobil tangki untuk mengirimkan air ke wilayah yang terdampak gangguan pasokan.

“Yang kedua mungkin kita akan mengaktifkan sumur bor atau artesis. Kemudian kita juga akan memaksimalkan potensi kendaraan tangki untuk pengiriman ke wilayah yang terdampak,” ujar Dian.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di kawasan yang aliran air perpipaannya terganggu akibat menyusutnya debit sumber air.

Meski demikian, pemenuhan kebutuhan air melalui sumber alternatif dan mobil tangki tetap membutuhkan pengaturan yang cermat, terutama untuk menjangkau wilayah terdampak dengan kebutuhan air yang tinggi.

Dian meminta masyarakat, khususnya pelanggan Perumda AM Tirta Bumi Wibawa, memahami kondisi yang terjadi akibat kemarau panjang.

Dian menegaskan, perusahaan tetap berupaya menjaga pelayanan agar distribusi air dapat berlangsung di tengah keterbatasan sumber air baku.

“Masyarakat, terutama pelanggan, diminta ikut bersabar dan memaklumi kondisi ini. Kami pun tetap berusaha memberikan pelayanan terbaik agar pasokan air tetap berjalan,” harapnya.

Dian juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dengan mengurangi pemakaian yang tidak mendesak dan menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan rumah tangga.

Penampungan air dinilai penting bagi pelanggan yang berada di wilayah dengan jadwal pengaliran terbatas. Namun, penggunaan air tetap perlu diprioritaskan untuk kebutuhan utama, seperti minum, memasak, mandi, dan menjaga kebersihan.

Bagi pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal pengaliran, Perumda AM Tirta Bumi Wibawa menyediakan layanan WhatsApp di nomor 0811-8111-530. Informasi juga dapat diakses melalui situs resmi perumdatbwkotasukabumi.id.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *