Protes PJU Mati Warga Palabuhanratu Pasang Obor di Pinggir Jalan

Aksi menyalakan obor kecil di sepanjang kawasan Cagar Alam merupakan bentuk protes kepada pemerintah daerah.
Aksi menyalakan obor kecil di sepanjang kawasan Cagar Alam Palabuhanratu/foto:apon

BERITAUSUKABUMI.COM-Lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Cagar Alam Tangkuban Parahu, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mati total.

Akibatnya, tiap malam pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas di kawasan tersebut harus ekstra hati-hati. Apalagi, di malam hari di jalan kawasan Cagar Alam sering terjadi kecelakaan lalu lintas.

Warga Kampung Batu Sapi, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pun berinisiatif memasang obor kecil di bahu kiri dan kanan jalan di sepanjang kawasan Cagar Alam Tangkuban Parahu. Obor-obor dipasang sebagai bentuk protes warga setempat kepada pemerintah daerah lantaran lampu PJU mati sudah lama.

Bacaan Lainnya

“Aksi menyalakan obor kecil di sepanjang kawasan Cagar Alam merupakan bentuk protes kepada pemerintah daerah. Permintaan kami hanya satu, nyalakan lagi lampu PJU di Cagar Alam. Karena di kawasan ini sering terjadi kecelakaan pada malam hari,” ujar tokoh masyarakat Kampung Batu Sapi, Habib Muhammad Fahmi Assegaf, Minggu (6/8/2023).

LIHAT JUGA : 

Selain sering terjadi kecelakaan, kata Habib Fahmi, di kawasan Cagar Alam banyak ular dan binatang buas lainnya yang keluar saat malam hari. Kondisi itu lantaran matinya lampu penerangan di Cagar Alam.

“Sejak tahun 2000 kami sudah meminta kepada pemerintah daerah supaya di kawasan Cagar Alam terlihat terang dengan nyala lampu PJU. Kami ingin pemerintah melayani rakyat, bukan ada rakyat untuk pemerintah,” ucapnya.

Belum lama, pengurus masjid di Kampung Batu Sapi mengalami kecelakaan saat berkendara melintas di Cagar Alam hingga patah tulang. Penyebab kecelakaan akibat tidak adanya lampu penerangan.

“Kalau Pemkab Sukabumi, provinsi, maupun pusat tidak mampu memasang PJU di Cagar Alam, izinkan kami untuk menggalang dana. Kami akan pasang PJU sendiri sebagai bentuk kepedulian kepada pengguna jalan Cagar Alam,” tegasnya.

Menurut Habib Fahmi, sudah sepatutnya pemerintah memerhatikan kebutuhan masyarakat, salah satunya lampu penerangan di jalan raya. Masyarakat perlu diurus dan didengar segala keluhannya.

“Memang tiang PJU sudah ada terpasang di kawasan Cagar Alam, tapi lampunya mati. Kita gak mau Kota Palabuhanratu gelap gulita seperti di hutan. Mudah-mudahan pemerintah daerah secepatnya mengganti lampu-lampu PJU yang mati,” pungkasnya.


penulis : A. Nanan (CR1)
editor : Irwan Kurniawan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *