Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Senin (19/10/2026), usai serah terima bantuan dan menjajal Becak Listrik di Palabuhanratu.
Mantan Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) ini Nanik mengaku melihat antusiasme masyarakat khususnya warga Palabuhanratu saat berkeliling bareng Bupati Sukabumi, Asep Japar di kawasan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.
Nanik menyebut, sejak siang hingga sore hari, dirinya bertemu dengan sekitar 2.000 hingga 3.000 orang dari berbagai kalangan, mulai dari pengayuh becak hingga pedagang cilok, bakso, dan otak-otak.
Menurut dia, masyarakat yang ditemuinya menunjukkan sambutan positif terhadap Prabowo.
“Saya masih ngelap keringat karena dari siang sampai sore berkumpul dengan pebecak, tukang cilok, tukang bakso, tukang otak-otak dan lain-lain di Pelabuhanratu Sukabumi,” tulis Nanik dalam unggahannya.
Nanik mengaku heran dengan hasil sejumlah survei elektabilitas Prabowo yang disebutnya berada pada angka 9,8 persen hingga 30 persen.
Nanik mempertanyakan hasil tersebut karena, menurutnya, jumlah responden yang disurvei hanya sekitar 1.200 orang.
Terlbih dalam unggahannya itu, Nanik juga menceritakan percakapannya dengan Bupati Asep Japar mengenai perbedaan suasana di media sosial dengan kondisi yang mereka temui ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Nanik mengutip pernyataan Asep Japar yang menilai bahwa percakapan di media sosial tidak selalu mencerminkan situasi di lapangan.
“Di Medsos banyak yang bicara tidak sesuai fakta, sementara yang tidak di medsos merasakan semua program kerakyatan Pak Presiden,” tulis Nanik, mengutip pernyataan Bupati Sukabumi, Asep Japar.
Nanik menyebut pandangan serupa sebelumnya juga disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Menurut Nanik, Rudy menilai kritik dan komentar yang ramai di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan respons masyarakat yang ditemuinya secara langsung.
Nanik juga mengaku kerap turun langsung ke berbagai daerah, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.
Berdasarkan pengalamannya tersebut, Nanik menyatakan belum pernah mendengar masyarakat melontarkan makian atau menunjukkan kebencian terhadap Presiden Prabowo seperti yang menurutnya kerap terlihat di media sosial.





