BERITAUSUKABUMI.COM – Kebakaran kendaraan bermotor bisa terjadi secara tiba-tiba dan membahayakan pengemudi maupun penumpang.
Salah satu pemicunya adalah gangguan sistem kelistrikan atau korsleting, selain kebocoran bahan bakar, mesin terlalu panas, hingga kerusakan komponen kendaraan.
Peristiwa angkot 07 jurusan Cisaat–Cibadak yang terbakar hebat di Jalan Raya Cibolang, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/10/2026), kemarin menjadi pengingat pentingnya menjaga kondisi kendaraan agar tetap aman saat digunakan.
Dalam kejadian tersebut, penumpang dilaporkan sempat mencium bau menyerupai kabel terbakar sebelum sopir menepikan kendaraan.
Tak lama kemudian, api membesar dan menghanguskan angkot. Sopir mengalami luka bakar dan harus mendapatkan penanganan medis.
Dugaan sementara, kebakaran angkot tersebut dipicu korsleting listrik. Namun, penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi pihak berwenang.
Lantas, apa saja faktor yang dapat menyebabkan mobil terbakar?
Sejumlah penjelasan dari praktisi otomotif dan lembaga keselamatan kebakaran menunjukkan bahwa gangguan kelistrikan, kebocoran cairan mudah terbakar, serta kerusakan mekanis merupakan faktor yang perlu diwaspadai.
1. Korsleting Listrik pada Kabel Kendaraan
Gangguan sistem kelistrikan menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kebakaran kendaraan. Kabel yang terkelupas, sambungan longgar, atau instalasi listrik yang tidak sesuai standar dapat menimbulkan panas berlebih maupun percikan api.
Risiko tersebut juga dapat meningkat akibat pemasangan aksesori tambahan, seperti lampu, klakson, dan perangkat audio, yang tidak sesuai spesifikasi kendaraan.
Pereli sekaligus pemerhati otomotif Rifat Sungkar pernah menjelaskan bahwa masalah kelistrikan dan kebocoran selang bensin merupakan dua faktor utama yang perlu diwaspadai terkait kebakaran mobil.
Karena itu, pemilik kendaraan disarankan menghindari modifikasi instalasi kabel secara sembarangan dan segera memeriksakan kendaraan jika ditemukan gangguan kelistrikan.
2. Kebocoran Bahan Bakar
Bensin dan bahan bakar lainnya dapat memicu kebakaran ketika bocor dan bertemu sumber penyalaan, seperti percikan listrik atau permukaan komponen yang cukup panas.
Kebocoran bisa terjadi pada selang bahan bakar, sambungan, maupun komponen penyalur bahan bakar yang mengalami kerusakan atau sudah getas akibat usia pemakaian.
Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah munculnya bau bahan bakar yang tidak biasa di sekitar kendaraan.
Jika mencium bau bensin yang kuat, pengendara sebaiknya berhenti di tempat aman, mematikan mesin, menjauh dari sumber api, dan meminta bantuan teknisi. Jangan menyalakan kembali kendaraan sebelum kondisinya dinyatakan aman.
3. Mesin Mengalami Overheat
Mesin yang mengalami panas berlebihan atau overheat juga perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat dipicu gangguan sistem pendingin, kebocoran cairan pendingin, atau masalah teknis lainnya.
Panas berlebih dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila disertai kebocoran oli atau cairan mudah terbakar yang mengenai komponen panas.
Pengendara perlu memperhatikan indikator suhu mesin. Jika suhu meningkat secara tidak normal atau muncul asap dari ruang mesin, segera menepi di lokasi aman dan matikan mesin.
Jangan membuka tutup radiator saat mesin masih panas karena cairan bertekanan dapat menyembur dan menyebabkan luka bakar.
4. Kerusakan Komponen dan Kurangnya Perawatan
Kendaraan yang jarang menjalani pemeriksaan berisiko mengalami kerusakan komponen yang tidak terdeteksi sejak awal.
Kabel yang aus, selang yang retak, sambungan yang kendur, hingga kebocoran oli dapat berkembang menjadi masalah serius apabila dibiarkan.
Pemeriksaan rutin di bengkel diperlukan untuk memastikan sistem kelistrikan, saluran bahan bakar, sistem pendingin, dan komponen mesin lainnya berfungsi dengan baik.
Lembaga keselamatan kebakaran Amerika Serikat atau U.S. Fire Administration juga menyarankan pemilik kendaraan melakukan servis berkala oleh mekanik terlatih sebagai salah satu langkah pencegahan kebakaran.
5. Modifikasi Kendaraan Tidak Sesuai Standar
Penambahan perangkat elektronik atau modifikasi kendaraan tanpa memperhitungkan kapasitas sistem kelistrikan dapat meningkatkan risiko gangguan.
Pemasangan lampu berdaya besar, perangkat audio tambahan, atau aksesori lain dengan sambungan kabel yang tidak tepat dapat menyebabkan kabel dan sambungan mengalami panas berlebih.
Karena itu, modifikasi sebaiknya dilakukan oleh teknisi berpengalaman dengan menggunakan komponen dan metode pemasangan yang sesuai spesifikasi kendaraan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Mobil Mulai Terbakar?
Selain memahami penyebabnya, pengendara perlu mengetahui langkah penyelamatan ketika muncul tanda-tanda kebakaran.
Berikut langkah yang disarankan oleh U.S. Fire Administration:
- Segera menepi di tempat aman jika kendaraan masih dapat dikendalikan.
- Matikan mesin dan evakuasi seluruh penumpang.
- Menjauh dari kendaraan dan jangan kembali mengambil barang di dalamnya.
- Jangan membuka kap mesin apabila dicurigai terdapat api di ruang mesin karena masuknya udara dapat memperbesar kobaran.
- Hubungi petugas pemadam kebakaran dan jangan mengambil risiko memadamkan api yang sudah membesar.
Jika tersedia alat pemadam api ringan (APAR), penggunaannya hanya layak dipertimbangkan apabila api masih kecil, pengguna terlatih, dan jalur untuk menyelamatkan diri tetap aman. Utamakan evakuasi jika api berkembang cepat.





