Jembatan Leuwidinding Ambruk, Kini Dibangun Kembali TNI AL dan Pemkab Sukabumi

Proses groundbreaking dilakukan langsung Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Direktur PT. CMNP, tbk,M. Jusuf Hamka, dan CT Arsa Foundation. Minggu 6 Agustus 2026

BERITAUSUKABUMI.COM – Harapan warga Kecamatan Jampangtengah dan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, untuk kembali memiliki akses penghubung yang layak mulai terwujud.

Jembatan Leuwidinding yang sebelumnya ambruk kini akan dibangun kembali melalui kolaborasi TNI Angkatan Laut (TNI AL), Pemerintah Kabupaten Sukabumi, dan pihak swasta.

Jembatan Leuwidinding selama ini menjadi salah satu akses penting bagi aktivitas masyarakat di kedua wilayah.

Bacaan Lainnya

Setelah jembatan ambruk, warga terpaksa menggunakan perahu karet untuk menyeberangi Sungai Cimandiri.

Aktivitas penyeberangan menggunakan perahu karet pun terlihat berlangsung untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses melintas.

Kondisi tersebut menunjukkan betapa vitalnya keberadaan Jembatan Leuwidinding bagi mobilitas warga.

Pembangunan kembali jembatan dilakukan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, TNI AL, PT CMNP Tbk, dan CT Arsa Foundation.

Jembatan baru tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 89 meter dengan lebar 1,5 meter.

Pembangunan ini diharapkan dapat mengembalikan konektivitas masyarakat sekaligus mempermudah akses terhadap berbagai kebutuhan dasar.

Prosesi groundbreaking pembangunan Jembatan Leuwidinding dilakukan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin, Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Direktur PT CMNP Tbk M. Jusuf Hamka, serta perwakilan CT Arsa Foundation pada 6 Agustus 2026.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam momentum HUT TNI AL dan Kabupaten Sukabumi.

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan, pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding merupakan bukti nyata bahwa persoalan masyarakat dapat diselesaikan melalui sinergi berbagai pihak.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, TNI AL, dan pihak swasta tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan kembali akses penting yang menopang kehidupan masyarakat.

“Wujud nyata sinergi dan kolaborasi ini bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi membangun sarana penghubung antarwilayah yang sangat penting untuk mendukung mobilitas masyarakat. Baik akses pendidikan, kesehatan, sosial, dan perekonomian masyarakat,” ujar Asep Japar.

Ia menyebut keberadaan jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat. Infrastruktur penghubung menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat aktivitas ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan maupun kesehatan.

Asep menambahkan, pembangunan infrastruktur juga menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan kembali Jembatan Leuwidinding menjadi bukti semangat kolaborasi dan sinergi yang positif, memberikan manfaat yang lebih besar untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung serta menjaga kelancaran proses pembangunan agar jembatan dapat diselesaikan sesuai target.

“Mari kita dukung dan jaga kelancaran proses pembangunan jembatan ini. Semua itu agar selesai tepat waktu dan dirasakan manfaatnya oleh kita bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin menyebut Jembatan Leuwidinding memiliki peran strategis bagi kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan kembali jembatan menjadi langkah konkret untuk menghubungkan kembali akses warga yang sebelumnya terganggu akibat jembatan ambruk.

“Jembatan Leuwidinding merupakan urat nadi kehidupan masyarakat. Pembangunan kembali menjadi jawaban nyata untuk mengoneksikan kembali akses menuju pendidikan, ekonomi, dan lainnya,” kata Edwin.

Ia menilai keterlibatan pemerintah bersama sektor swasta menjadi bukti bahwa persoalan masyarakat dapat ditangani lebih cepat apabila seluruh pihak bergotong royong.

“Kehadiran pemerintah bersama swasta menjadi bukti persoalan rakyat akan lebih cepat diselesaikan apabila dikerjakan secara gotong royong,” bebernya.

Edwin juga menekankan agar pembangunan Jembatan Leuwidinding memperhatikan standar teknis dan aspek keselamatan. Jembatan yang dibangun harus memiliki konstruksi kuat sehingga dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

“TNI berkaitan untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Setelah dibangun, kita jaga bersama,” tegasnya.

Selain groundbreaking pembangunan Jembatan Leuwidinding, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti kesehatan dan bakti sosial bagi masyarakat sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *