BERITAUSUKABUMI.COM – Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Sukabumi masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah.
Hingga September 2026, tercatat sekitar 46 ribu anak di Kabupaten Sukabumi masuk dalam kategori tidak sekolah.
Meski angkanya masih tinggi, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi menyebut jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan data sebelumnya yang mencapai sekitar 56 ribu anak berdasarkan data Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, mengungkapkan kelompok usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) menjadi penyumbang terbesar dalam data ATS tersebut.
Menurutnya, persoalan anak tidak sekolah tidak semata-mata disebabkan oleh faktor pendidikan. Kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu pemicu utama yang membuat anak terpaksa meninggalkan bangku sekolah.
“Sudah kita petakan faktor utamanya adalah ekonomi, seperti anak yang diajak orang tua bekerja di sawah atau berdagang, serta masih minimnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan,” ujar Deden di Gedung Pendopo Sukabumi, baru-baru ini.
Mantan Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi ini menjelaskan, sebagian anak yang masuk dalam kategori ATS sebelumnya masih berstatus sebagai pelajar, namun kemudian berhenti sekolah atau drop out (DO) karena berbagai persoalan.
Desakan ekonomi membuat sebagian keluarga memilih melibatkan anak dalam aktivitas mencari nafkah. Anak akhirnya ikut membantu orang tua bekerja di sektor pertanian, perdagangan maupun pekerjaan lainnya.
Di sisi lain, rendahnya pemahaman sebagian orang tua terhadap pentingnya pendidikan juga menjadi tantangan tersendiri.
“Kondisi tersebut membuat upaya mengembalikan anak ke sekolah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan ekonomi keluarga,”jelasnya.
Penurunan jumlah ATS dari sekitar 56 ribu menjadi 46 ribu anak menunjukkan adanya perkembangan positif.
“Iya tapi angka tersebut masih menjadi tantangan besar bagi Pemkab Sukabumi dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan,”tandasnya.
