Jangan Hanya Seremoni, Ramzi Akbar Dorong HJKS Jadi Momentum Bangun Ratusan Rutilahu

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Ramzi Akbar Maulana mengusulkan HJKS menjadi momentum pembangunan Rutilahu melalui CSR perusahaan dan kontribusi OPD.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Ramzi Akbar Maulana (ist)

BERITAUSUKABUMI.COM-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Ramzi Akbar Maulana, mengusulkan agar momentum Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) dinilai jangan hanya menjadi seremoni tahunan.

HJKS kata Ramzi bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan, salah satunya melalui program pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu).

Menurut Ramzi, pembangunan Rutilahu dapat dijadikan bagian dari konsep peringatan HJKS dengan melibatkan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Bacaan Lainnya

Ramzi menilai, jika setiap perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sukabumi berkontribusi membangun sedikitnya dua hingga lima unit rumah setiap momentum HJKS, jumlah Rutilahu yang tertangani berpotensi mencapai ratusan bahkan ribuan unit.

“Kalau setiap perusahaan memberikan dua sampai lima rumah saja, dikalikan dengan jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Sukabumi, tentu hasilnya bisa sangat banyak,” ujar Ramzi dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Sabtu (12/9/2026).

Tak hanya perusahaan, Ramzi juga mengusulkan agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi ikut mengambil bagian dalam program tersebut.

Menurutnya, masing-masing dinas dapat berkontribusi membangun satu hingga dua unit Rutilahu setiap tahun.

Program tersebut dapat dilakukan secara gotong royong dan tidak hanya dibebankan kepada perangkat daerah yang memiliki tugas pokok di bidang perumahan.

“Kalau setiap dinas bisa membangun satu atau dua rumah, jumlahnya juga akan banyak. Jangan hanya dinas yang membidangi perumahan saja yang bergerak,” katanya.

Terlebih, persoalan Rutilahu masih menjadi salah satu pekerjaan rumah pembangunan di Kabupaten Sukabumi.

Karena itu, menurut dia, diperlukan pola penanganan yang melibatkan banyak pihak, termasuk dunia usaha dan seluruh perangkat daerah.

Ramzi meyakini, jika program pembangunan Rutilahu berbasis HJKS dilakukan secara konsisten setiap tahun, jumlah rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Sukabumi secara bertahap dapat ditekan.

“Kalau konsep ini dipakai, persoalan Rutilahu di Kabupaten Sukabumi akan semakin sedikit,” tegasnya.

Bagi Ramzi, pembangunan rumah bagi warga tidak mampu juga dapat menjadi “tanda mata” HJKS yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Bukan sekadar panggung, hiburan, atau seremoni, tetapi ada rumah warga yang berubah menjadi lebih layak, sehat, dan nyaman.

“Yang paling penting, setiap hari jadi ada tanda mata untuk masyarakat yang benar-benar nyata,” pungkasnya.

Pos terkait