Usai “Diamuk” Gubernur Dedi Mulyadi Jembatan di Sungai Cipalabuan ini Akhirnya Dibongkar

"diamuk" Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebuah jembatan di bantaran Sungai Cipalabuan, Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, akhirnya dibongkar.

BERITAUSUKABUMI.COM-Usai “diamuk” Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebuah jembatan di bantaran Sungai Cipalabuan, Kecamatan Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, akhirnya dibongkar.

Pembongkaran ini dilakukan atas intruksi langsung Dedi Mulyadi yang sehari sebelumnya bersama jajaran Forkompimda dipimpin Bupati Sukabumi Asep Japar, Kapolres, Dandim 0622 bersama masyarakat melaksanakan bersih-bersih dadakan sampah di Sungai Cipalabuan.

Terlebih, posisi jembatan dinilai mengganggu sempadan sungai dan tidak sesuai dengan tata ruang yang seharusnya area dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP).

Bacaan Lainnya

Asep Nugraha, Fungsional Irigasi pada UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno, akhirnya mengakui jika jembatan tersebut dinilai sebagai salah satu faktor penyebab banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Jembatan ini relatif lebih rendah dan sedikit mengganggu sempadan sungai yang tidak pada tempatnya. Selain itu, sempadan sungainya juga dilanggar, sehingga memicu luapan air saat debit sungai meningkat,” ujar Asep Nugraha Minggu (9/3/2025).

Pembongkaran jembatan ini, kata Asep menjadi langkah konkret pemerintah dalam mengatasi masalah banjir yang kerap terjadi di Palabuhanratu, sekaligus upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sungai demi kenyamanan dan keamanan warga setempat

Asep menargetkan pembongkaran jembatan direncanakan berlangsung selama tiga hari, diikuti dengan dua hari pembersihan puing-puing dan material sisa pembongkaran.

Menurut Asep, jembatan tersebut tidak akan dibangun kembali. Namun, ia berharap ada realisasi dari Dinas Sumber Daya Air pada tahun 2025 untuk melakukan perbaikan di beberapa titik di Sungai Cipalabuan dan Sungai Cirancah.

“Targetnya, perbaikan ini akan selesai pada akhir tahun 2025,” tambahnya.

Untuk akses jalan, warga dapat menggunakan alternatif jembatan lain yang masih melintasi Sungai Cipalabuan menuju area dermaga PPN Palabuhanratu.

“Ada jembatan lain di depan yang bisa digunakan untuk kendaraan roda dua dan akses ke pemukiman di belakang,” jelas Asep.

Asep juga mengungkapkan bahwa UPTD Cisadea – Cibareno telah mempersiapkan anggaran untuk tiga kegiatan utama pada tahun 2025, yaitu normalisasi sungai, peninggian tembok penahan tanah, dan pengerukan sungai.

“Insya Allah, tahun 2025 ini kami sudah mempersiapkan anggaran untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Harapannya, ini bisa mencegah banjir di masa depan,” imbuhnya.

Berdasarkan catatan PSDA, Asep menegaskan, beberapa sungai di wilayah kabupaten Sukabumi telah mengalami pendangkalan, termasuk Sungai Cipalabuan, Cisolok, dan Cimaja sehingga upaya pengerukan dan normalisasi sungai diharapkan dapat mencegah banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

“Dengan upaya ini, terutama di wilayah yang paling terdampak seperti Cisolok, Cimaja, dan Cipalabuan, kami berharap banjir dapat dicegah di masa mendatang,” tegas Asep.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *