BERITAUSUKABUMI.COM–Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi tengah merancang pendirian klinik kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang belum tercover oleh BPJS maupun program jaminan kesehatan lainnya.
Rencana ini disampaikan langsung oleh Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwondo, saat melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, di Pendopo Sukabumi, Selasa (29/07/2025).
Dalam audiensi tersebut, dr. Hondo memaparkan sejumlah program krusial yang tengah dan akan dijalankan PMI. Di antaranya adalah program donor darah, mitigasi dan penanggulangan bencana, serta rencana pendirian klinik untuk pelayanan medis gratis bagi warga tidak mampu.
“Pendirian klinik ini merupakan bentuk kepedulian PMI terhadap masyarakat yang belum memiliki akses pelayanan kesehatan memadai. Kami harap ada dukungan dari Pemkab Sukabumi agar program ini dapat berjalan maksimal,” ujar Hondo kepada BERITAUSUKABUMI.COM
Hondo juga menyoroti pentingnya kerja sama formal berupa Memorandum of Understanding (MoU) dengan rumah sakit dalam pengelolaan stok darah. Menurutnya, kolaborasi itu akan memperkuat sistem distribusi darah yang aman dan tepat sasaran.
“Selain itu, PMI dan pemerintah daerah perlu bersinergi dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, termasuk penyediaan bantuan medis, evakuasi, dan distribusi bantuan kepada korban bencana,” tegasnya.
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyambut baik paparan jajaran PMI dan memberikan apresiasi atas kontribusi nyata lembaga tersebut dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, terutama saat terjadi bencana di wilayah Sukabumi.
“PMI selalu hadir dalam setiap penanggulangan kebencanaan di Kabupaten Sukabumi. Kami juga mengapresiasi capaian Bulan Dana PMI 2024 yang mengalami peningkatan. Ini menandakan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam mendukung PMI,” ungkap Ade.
Hondo memastikan, Pemkab Sukabumi berkomitmen untuk mendukung program-program PMI, baik dalam aspek pelayanan kesehatan, kebencanaan, hingga kegiatan sosial kemanusiaan lainnya.
“Tentu kami juga concern terhadap hal-hal yang disampaikan oleh PMI tadi. Ke depan, kolaborasi dengan berbagai pihak akan terus kami optimalkan,” tutupnya.





