BERITAUSUKABUMI.COM-Founder Lingkar Kajian Kebangsaan, Dewek Sapta Anugerah mengungkapkan jika partisipasi pemilih milenial di Sukabumi berpotensi meningkat pada Pemilu 2024 ini.
Menurut Dewek, potensi pemilih meningkat terutama dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden. Kelompok milenial di Sukabumi ini jumlah pemilihnya hampir 60 persen.
“Kenapa meningkat, karena calon presiden wakil presiden sangat aktif di medsos dan pemilih milenial telah melek media sosial dan mengikuti perkembangan isu yang terjadi,”ungkap Dewek Sapta Anugerah menjadi salah satu pembicara di Talkshow peran partisipasi pemuda menyongsong Pemilu 2024, di Cafe Mila Kota Sukabumi, Minggu (14/1/2024) lalu.
BACA JUGA :
- Milenial Ganjar Sukabumi Ajak Milenial di Sukabumi Pilih Ganjar Mahfud MD
- Arahan Perdana Kapolres Sukabumi AKBP Toni Prasetyo, Jaga Netralitas di Pemilu 2024
Namun, untuk pemilihan umum Pileg 2024, kelompok milenial dan Z masih bisa disebut kurang terhadap pemilihan DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi Jabar dan DPRD Kota/Kabupaten Sukabumi.
“Nah ini biasanya yang kurang dikenali dan kurangnya pendekatan oleh para calon kepada kelompok milenial. Biasanya mereke memilih kedekatan dari keluarga dan kedekatan tertentu,” ucapnya.
Adanya fenomena perbedaan antara partisipasi Pilpres dan Pileg di kalangan melenial, tentu kata Dewek menjadi PR bersama baik penyelenggara. Begitu juga peserta partai politik.

“Ini menjadi tugas kita semua, termasuk penyelenggara dan partai politik untuk meningkatkan partisipasi pemilih milenial,” tutupnya.
Pengkajian mendalam tentang pandangan politik generasi milenial ini melihat ketersesuaian dengan pandangan calon politik dapat menjadi dasar bagi strategi kampanye yang lebih relevan.
“Generasi milenial cenderung menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam ranah politik. Mereka memiliki keinginan untuk memahami dengan jelas kebijakan politik, sumber daya yang digunakan, dan integritas calon serta partai politik,” ungkap Dewek.
editor ; Irwan Kurniawan





