Drainase Buruk, Palabuhanratu Kembali Dikepung Banjir, Satu Orang Meninggal Dunia

Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kembali diterjang banjir usai diguyur hujan deras pada Sabtu (19/4/2025) sore. Hujan yang berlangsung selama hampir tiga jam, mulai pukul 17.30 hingga 20.15 WIB, menyebabkan genangan air di sejumlah titik yang cukup parah. Kawasan pemukiman, fasilitas umum, hingga jalan utama ikut terdampak.
Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kembali diterjang banjir usai diguyur hujan deras pada Sabtu (19/4/2025) sore. Hujan yang berlangsung selama hampir tiga jam, mulai pukul 17.30 hingga 20.15 WIB, menyebabkan genangan air di sejumlah titik yang cukup parah. Kawasan pemukiman, fasilitas umum, hingga jalan utama ikut terdampak.

BERITAUSUKABUMI.COM-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, kembali diterjang banjir usai diguyur hujan deras pada Sabtu (19/4/2025) sore.

Hujan yang berlangsung selama hampir tiga jam, mulai pukul 17.30 hingga 20.15 WIB, menyebabkan genangan air di sejumlah titik yang cukup parah. Kawasan pemukiman, fasilitas umum, hingga jalan utama ikut terdampak.

Salah satu wilayah yang paling parah terkena dampaknya adalah Kampung Cangehgar di Kelurahan sekaligus Kecamatan Palabuhanratu.

Bacaan Lainnya

Ketinggian air di kawasan ini dilaporkan mencapai lebih dari satu meter, memaksa kendaraan roda dua dan roda empat untuk berhenti total.

Aktivitas warga di wilayah tersebut nyaris lumpuh, dengan rumah-rumah warga dan jalan-jalan lingkungan tergenang air.

Banjir ini bukan hanya disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, tetapi juga diperparah oleh buruknya sistem drainase yang melintas di sekitar pemukiman warga. Air dari sungai tidak mampu tertampung lagi dan meluap ke jalanan serta rumah-rumah, memperparah kondisi banjir.

“Air datang dari segala arah, baik dari atas jalan maupun dari aliran sungai yang meluap. Setiap hujan besar selalu seperti ini. Sudah seperti langganan banjir, tapi tidak ada penanganan serius dari pemerintah,” keluh Diki (35 tahun), warga Kampung Cangehgar.

Tak hanya merendam pemukiman, banjir kali ini juga menjangkau fasilitas umum seperti Puskesmas Palabuhanratu, yang turut terendam air.

Hal ini sangat mengganggu layanan kesehatan bagi masyarakat setempat, terutama bagi warga yang membutuhkan bantuan medis darurat.

Terpeleset Satu Warga Meninggal Dunia

Selain kerugian materi dan lumpuhnya aktivitas harian warga, musibah ini juga memakan korban jiwa. Entis Sutisna, warga Kampung Cempaka Putih RT 05/011, dikabarkan meninggal dunia setelah terpeleset dan jatuh di sekitar jembatan belakang kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukabumi.

Saat kejadian, lokasi tersebut juga dalam kondisi tergenang akibat luapan air. Peristiwa ini kembali menegaskan persoalan klasik yang belum juga tuntas di Palabuhanratu, yaitu sistem drainase yang tidak memadai serta minimnya upaya mitigasi bencana banjir.

Warga berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah nyata, mulai dari normalisasi sungai, perbaikan saluran air, hingga peningkatan sistem peringatan dini bencana.

“Kita butuh solusi permanen, bukan cuma penanganan darurat tiap kali banjir datang,” tambah Diki dengan nada kecewa.

Tanpa perbaikan infrastruktur drainase dan pengelolaan aliran air yang serius, warga Palabuhanratu tampaknya harus terus bersiap menghadapi banjir setiap musim hujan tiba.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *