BERITAUSUKABUMI.COM-Gelombang aksi unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia sepanjang bulan Agustus 2025 menyisakan duka mendalam.
Catatan dari berbagai sumber menyebutkan, sedikitnya delapan orang meninggal dunia akibat bentrokan, kericuhan, hingga insiden tragis yang terjadi saat massa aksi turun ke jalan.
Aksi unjuk rasa yang digelar oleh elemen mahasiswa, buruh, hingga masyarakat sipil pada bulan Agustus berlangsung hampir merata di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, hingga beberapa wilayah di Jawa Barat.
Isu yang diangkat bervariasi, mulai dari penolakan kebijakan pemerintah, tuntutan perbaikan ekonomi, hingga persoalan lingkungan.
Dari catatan lapangan, korban jiwa tersebar di beberapa titik lokasi aksi. Beberapa meninggal dunia akibat bentrokan langsung dengan aparat, sementara lainnya diduga karena terjebak dalam kerumunan massa hingga mengalami sesak napas. Ada pula laporan korban akibat kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi.
Ketua lembaga advokasi publik di Jakarta, Raden Igun Wicaksono, menyebutkan bahwa data korban jiwa harus menjadi perhatian serius semua pihak.
“Delapan nyawa melayang dalam satu bulan adalah tragedi kemanusiaan. Negara tidak boleh abai, baik terhadap hak berekspresi masyarakat maupun aspek keamanan,” tegasnya.
Berikut delapan korban meninggal dunia selama aksi massa berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia :
-
Affan Kurniawan – Pengemudi ojek online, Jakarta
-
Sarina Wati (juga ditulis Sarinawati) – Pegawai DPRD Makassar
-
Syaiful Akbar (atau Saiful Akbar) – Pegawai DPRD Makassar (Plt. Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah)
-
Muhammad Akbar Basri – Pegawai DPRD Makassar
-
Budi Haryadi – Anggota Satpol PP Kota Makassar
-
Rusdamdiansyah – Pengemudi ojek online, Makassar
-
Sumari – Tukang becak, Surakarta
-
Rheza Sendy Pratama (juga ditulis Rheza Shendy Pratama) – Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta
Tragedi delapan korban meninggal dunia sepanjang Agustus 2025 menjadi peringatan keras bahwa demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia masih menghadapi tantangan besar.
Perlu ada komitmen kuat dari semua pihak, baik masyarakat, aparat, maupun pemerintah, agar aksi unjuk rasa dapat berlangsung damai tanpa harus mengorbankan nyawa.
SUMBER : DARI BERBAGAI SUMBER





