Cecep Abdullah, Tukang Cilok yang Diundang Raja Saudi Naik Haji Berkat Cinta Masjid

BERITAUSUKABUMI.COM- Ketulusan hati dan konsistensi dalam menjaga kebersihan masjid mengantarkan Muhammad Cecep Abdullah ke Tanah Suci. Pria asal Sukabumi, Jawa Barat, ini mendapat undangan langsung dari Raja Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah haji pada 2025 tanpa melalui antrean sebuah kehormatan yang langka dan penuh makna.

Cecep bukanlah tokoh agama atau pejabat. Ia hanya seorang pedagang cilok keliling yang menghidupi diri dan keluarganya dari keuntungan harian belasan ribu rupiah.

Namun, sejak usia 14 tahun, ia telah rutin membersihkan masjid secara mandiri, tanpa pamrih, dan tanpa sorotan publik.

Bacaan Lainnya

Kebiasaannya ini berawal dari teladan sang ayah. Usai perceraian orang tuanya, Cecep memilih tinggal bersama ayahnya yang gemar membantu membersihkan masjid di lingkungan sekitar.

Kebiasaan ini terus melekat, bahkan saat Cecep remaja sempat nyantri di pesantren. Di sana, ia juga belajar tanggung jawab menjaga kebersihan fasilitas pondok, termasuk kamar mandi dan tempat wudhu.

Tahun 2012, Cecep merantau ke Jakarta. Meski hidup pas-pasan, kebiasaan membersihkan masjid tak ia tinggalkan.

Ia membeli alat kebersihan dari uang hasil berjualan, dan memperbaiki fasilitas masjid yang rusak sebisa mungkin.

Jika perlu mengecat, ia menabung dulu. Semua dilakukan sendiri, tanpa sponsor atau dukungan lembaga.

Pada 2024, Cecep mulai membagikan aktivitasnya melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok. Meski sempat mendapat cibiran, konten yang ia unggah justru memantik gelombang dukungan dan inspirasi.

Banyak netizen tersentuh, hingga donasi dan bantuan mulai berdatangan. Produsen pembersih pun ikut memberi dukungan dalam bentuk produk dan kerja sama.

Gerakannya menjalar. Sekolah, komunitas, hingga warga luar negeri ikut terinspirasi. Beberapa bahkan datang langsung untuk ikut membersihkan masjid bersamanya.

Aktivitas Cecep pun berkembang menjadi gerakan sosial yang melampaui sekadar kegiatan pribadi.

Di balik kesederhanaannya, Cecep menyimpan impian besar. Ia menuliskan target tahunan di balik pintu kamar kontrakannya: umrah di 2024, haji di 2025.

Meski penghasilannya sangat terbatas, keyakinannya kepada Allah tak goyah. Ia percaya, jika Allah memanggil, maka Allah pula yang akan membukakan jalan.

Keyakinan itu terbukti. Di tahun 2024, Cecep berangkat umrah lebih dari sekali, atas undangan dari berbagai pihak.

Puncaknya, ia terpilih sebagai salah satu dari hanya 20 warga Indonesia yang diundang secara langsung oleh Kerajaan Arab Saudi untuk berhaji tanpa antrean pada 2025.

Kisah Cecep adalah pengingat bahwa amal kecil yang dilakukan secara konsisten dan ikhlas mampu membuka pintu kebaikan yang luas.

Ia membuktikan bahwa ketulusan lebih berharga dari sorotan, dan pengabdian sejati tidak mengenal status sosial.

“Selama ada niat dan keyakinan, Allah pasti cukupkan,” ujar Cecep dalam salah satu unggahannya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *