BERITAUSUKABUMI.COM-Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al Mulk Kota Sukabumi menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada orangtua pasien anak yang sebelumnya sempat mengeluhkan pelayanan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab rumah sakit sekaligus upaya membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat.
“Kami tadi jam 9 pagi sudah mendatangi langsung rumah orangtua anak tersebut di Kecamatan Lembursitu. Tujuan kami adalah memohon maaf langsung dan mendengarkan masukan dari keluarga terkait pelayanan kami yang dikeluhkan,” kata Humas RSUD Al Mulk Kota Sukabumi, Asep Andi, saat dikonfirmasi BERITAUSUKABUMI.COM, Sabtu (31/5/2025).
Menurut Asep, kejadian yang diposting di Tik Tok oleh orangtua pasien anak tersebut bermula saat orang tua pasien anak datang ke IGD RSUD Al Mulk.
Namun, karena Ruang Aisyah yang merupakan ruang khusus anak—sedang dalam kondisi penuh, pihak rumah sakit hanya dapat memberikan penanganan awal dan merekomendasikan rujukan ke rumah sakit lain.
“Pasien sempat kami periksa dan diberikan obat sementara. Namun karena keterbatasan kapasitas, kami sarankan untuk dirujuk agar mendapatkan penanganan yang lebih optimal,”jelas Asep.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, RSUD Al Mulk juga menawarkan bantuan kepada keluarga pasien, termasuk memfasilitasi pembuatan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi ibu pasien, Bernama Ai Fuziyah, yang diketahui memiliki tiga anak dan berstatus janda.
Pihak rumah sakit mengakui bahwa pelayanan yang diterima pasien belum sepenuhnya ideal, dan hal ini menjadi bahan evaluasi internal.
“Kami menyadari ada hal-hal yang perlu diperbaiki di RSUD Al Mulk. Kami sedang melakukan rekonsiliasi dan perbaikan sistem pelayanan agar lebih baik ke depannya,”tambahnya.
Asep kembali menegaskan bahwa RSUD Al Mulk memiliki komitmen kuat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan medis, baik dari sisi fasilitas, SDM, maupun prosedur pelayanan.
“Kami tidak ingin kasus seperti ini terulang. RSUD Al Mulk terus berupaya memberikan layanan kesehatan yang prima dan manusiawi kepada seluruh masyarakat Kota Sukabumi,”pungkasnya.
Sebelumnya, seorang ibu, pengguna akun TikTok @fujiryuza22 dengan nama pengguna Nazwa Azella, membagikan pengalamannya saat anaknya tidak segera mendapatkan penanganan medis meski dalam kondisi darurat di IGD Al Mulk.
Dalam unggahan videonya, Nazwa menyampaikan bahwa anaknya menunjukkan gejala dehidrasi akibat dugaan disentri, namun tidak mendapat tindakan medis segera seperti infus atau observasi, meskipun dokter menyatakan bahwa anaknya perlu dirawat inap.
“Saya datang ke RSUD Al-Mulk karena dokter mengatakan anak saya harus dirawat, matanya sudah cekung dan dikhawatirkan dehidrasi. Tapi setelah menunggu lama, tidak ada tindakan, bahkan infus pun tidak diberikan,” ujar Nazwa dalam narasi unggahannya.
Setelah lama menunggu, ia dipanggil ke bagian pendaftaran dan diberi tahu bahwa kamar rawat inap penuh. Namun, ia mengaku melihat ada tiga tempat tidur kosong di area Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Saya malah disuruh pindah rumah sakit dengan alasan kamar penuh. Padahal ini rumah sakit paling dekat dari rumah saya,” tambahnya.
Nazwa juga menyampaikan bahwa ia tidak memiliki BPJS Kesehatan, dan hanya membawa KTP serta Kartu Keluarga. Ia mempertanyakan apakah pelayanan kesehatan hanya diberikan kepada masyarakat yang memiliki jaminan kesehatan atau kemampuan finansial.
“Apakah rumah sakit hanya untuk orang-orang yang punya uang? Saya rakyat kecil. Beginikah nasib kami?” tulisnya dengan nada haru dalam video tersebut yang disertai emoji menangis.





